Sunday, April 15, 2018

PAGI YANG CERAH

Pagi ini cuaca begitu cerah, yang biasanya mendung, hujan, kali ini langit cerah sehingga warna jingga disisi timur begitu dominan. Keindahan yang selalu berganti tetapi tetap saja menakjubkan. Tidak perlu jauh untuk menikamtinya, cukup naik ke lantai 2 dan nikmati pagi dengan secangkir kopi dan sepotong biskuit. Dengan demikian keindahan dan kenikmatan sudah bisa direngkuh sekaligus. Waktu yang terus berjalan mesti dijalani dengan syukur, maka rasa bahagia akan mengikutinya. Nikmati yang ada.
Keindahan yang disajikan pagi ini membuatku merasa terlalu kecil dibandingan alam raya yang begitu luas.

Friday, April 06, 2018

SEJENAK BERSAMA YOUTUBER INDIRA KALISTHA DAN AA UTAP


Dunia maya setiap detik selalu berkembang, dibarengi dengan teknologi yang juga setiap saat berubah. Informasi semakin cepat, semakin mudah, semakin bervariasi. Teknologi informasi begitu terasa sekali pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang, lingkungan, dll. Apapun, dimanapun, kapanpun sebuah peristiwa terjadi, setiap orang dengan mudah mengaksesnya. Itulah dunia maya, dunia digital yang sedang menjadi bagian dari kehidupan sesorang yang tidak bisa dihindari, yang harus diikuti dan dipahami yang pada akhirnya harus disikapi dengan baik dan bijaksana.
Kali ini aku bertemu dengan anak muda salah satunya adalah Indira Kalistha dan Aa utap yang merupakan penggiat dunia digital, dunia maya yaitu Youtube. Mereka sudah menggelutinya beberapa tahun lalu, dan dari kegiatan itu, mereka mendapatkan uang, mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Anak-anak muda kreatif, anak jaman "now",  hobby dan apapun yang mereka lakukan menjadi obyek yang bisa di videokan dan di sebarkan kedunia maya. 
Bagi aku yang lahir dunia "old" mengikuti perkembangan dunia maya atau dunia digital sudah agak sulit walau ketertarikan akan hal ini sangat besar, tetapi dengan berteman dengan anak muda jaman now, membuatku sedikit banyak bisa mengikuti kearah mana tren medsos.


Wednesday, April 04, 2018

IDE, KOMPROMI, APLIKASI, HASIL

Membuat yang terbaik, nyaman, aman, indah, dan ramah lingkungan, dan terbuka bagi siapapun. Menerapkan ide ide dengan kompromi yang akhirnya mengaplikasikannya untuk mendapatkan hasil sesuai harapan sudah lama kami impikan, baru kali ini bisa terlaksana. Ide/gagasan begitu banyak, begitu bervariasi dan kadang di luar mainstream tetapi mesti kompromi dengan banyak hal juga karena tidak semua ide bisa dilakukan, harus dengan pertimbangan dari beberapa sudut pandang. Tetapi dengan kompromi yang luas dan terbuka ide/gagasan bisa dilakukan dengan baik tanpa mengurangi nilai dari ide tersebut. 
Kata "sekalian" disini kadang sering kali menjadi kata (kata kerja, artinya harus dilakukan) yang mesti diredam karena memberikan dampak atau konsekuensi logis yang melampaui kompromi. "Sekalian" mesti dikontrol agar ide/gagasan bisa dilakukan tanpa mengganggu proses yang lain.
Aplikasi/penerapan pun mesti dikontrol agar ide/harapan yang disasar bisa dilakukan dengan benar, karena ini akan mempengaruhi bahan, waktu dan hasil akhir. Karena disini peran kontrol sangat penting untuk menjamin semua proses bisa terlaksana sesuai urutan dan waktu. Komunikasi antara ide dan aplikasi mesti intent, dan terus menerus dibangun, untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Berkreasi dengan ide/gagasan sangat menyenangkan. Banyak hal yang mesti diperhitungkan dengan tepat, baik bahan, biaya, waktu dengan harapan hasil yang membuat bangga karena memang ini kreasi sendiri. Dan kepuasan hasil yang bisa dinikmati menjadi seni tersendiri yang menjadi tantangan untuk menghasilkan karya yang membanggakan.

Monday, April 02, 2018

JAMBORE NASIONAL 9 BIS MANIA COMMUNITY 2018


Jambore Nasional 9 Bis Mania Community (MBC) 2018 kali ini diadakan di pantai Ringgung, Pesawaran, Lampung. Acara yang diikuti oleh beberapa peserta dari Bali, Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Beberapa acara yang diadakan untuk memeperingati HUT MBC ke X antara lain, Konvoitertib berlalu lintas, Diskusi perbisan & BMC, Parade Miniatur Bis, Bazaar Souvenir, Gathering Nasional & keakraban, Hiburan, Foto session serta Kopdar Bisminiatun.
Antusiasme peserta begitu terasa di balut acara yang keren ditempat yang keren, pantai Ringgung yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lampung.
Sesi foto menjadi hal yang sangat menarik karena lokasi yang dipilih sangat bagus, dan mengakomodir acara ini.Souvenir juga banyak diminati peserta, baik souvenir yang berhubungan dengan BMC maupun oleh oleh khas Lampung.

MENIKMAKTI DAN MENGABADIKAN KEINDAHAN YANG SELALU BERUBAH

Keindahan, keagungan karya ciptaan Tuhan memang tiada bandingnya. Dan yang mesti disadari bahwa segala ciptaanNya selalu baru dan selalu indah menakjubkan. Itupun terasa ketika aku berada di lantai 2 rumahku, yang kebetulan aku tinggal diperumahan yang kebetulan juga di depan rumah adalah area SMK PP (Pertanian Pembangunan) yang masih kosong dan rumah tetangga depan juga ditanami tanaman bunga. buah dll, sehingga pemandangan luas terbentang. Dengan latar gunung betung, ketika senja tiba, sinar matahari begitu indah menakjubkan, warna langit biru dan warna orange "semburat" sinar matahari dan siluet pepohonan, sayang untuk tidak dinikmati dan di abadikan. 
Pemandangan indah yang selalu berubah setiap saat ini aku abadikan dalam jepretan kamera HP, sudah cukup mewakili untuk dinikmati setiap saat. Dan menarik untuk dijadikan background layar komputer. Tidak perlu jauh jauh untuk mendapatkan momen indah, cukup dengan melatih kepekaan saja, kita bisa mendapatkan hal menarik yang selalu berubah. 



Friday, March 16, 2018

BERBAGI PERAN

Mendapat kesempatan berlibur memang sangat menyenangkan. Ya...berlibur, melakukan perjalanan memang menjadi hobby dan kebutuhan bagiku, bagi keluarga kami. Namun kali ini istriku yang mendapat kesempatan untuk menemani seorang sahabatnya yang sedang berlibur musim dingin di Indonesia. Sahabatnya memang orang Indonesia, namun sekolah dan tinggal di Swiss, kebetulan bila memasuki musim dingin dia selalu pulang kampung. Dan saat ini berlibur kebeberapa tempat di Indonesia timur, salah satunya di Bali. Biasanya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah di Lampung, tetapi kali ini bertemu di Bali disebuah cottage di Amlapura tempat mereka menginap.

"Ditinggal" istri pergi untuk berlibur seminggu bagi kami bertiga ( dengan 2 anaku), sudah biasa karena memang istriku aktifis sosial yang sudah sering kali pergi untuk beberapa hari, baik di wilayah Indonesia maupun ke luar negeri. Repot....memang, tapi ketika itu dijalani dengan sukacita, saling pengertian, maka "repot" tadi menjadi hal yang biasa saja tidak menjadi masalah. Hanya saja pekerjaan yang biasa dilakukan istriku mesti aku yang harus lakukan, terutama memasak untuk kami bertiga. Bangun harus lebih pagi, untuk melakukan aktifitas pagi, mempersiapkan sarapan, makan siang, dll dan mengantar anak ke sekolah, dan akhirnya berangkat ke kantor. Demikian juga sore atau malam hari, mempersiapkan makan malam.
Apalagi saat ini kami sedang renovasi rumah, sehingga aktifitas harian dirumah menjadi lebih ekstra, karena harus menyiapkan keperluan tukang (snack, air minum, kopi dll) yang biasanya dilakukan istriku. 
Tetapi semua bila dijalani dengan penuh pengertian, semua lancar-lancar, mengalir saja yang akhirnya menjadi alami (jam biologis) ter "setting" dengan sendirinya.
Seperti yang saya ceritakan dalam blog sebelumnya, semua mengalir saja tanpa ada yang harus dikuatirkan, semua akan berjalan dengan sendirinya, semua akan indah pada waktunya. http://piethendro.blogspot.co.id/2018/03/berbuat-baik.html
Kebaikan pribadi dalam anggota keluarga akan membawa dampak yang baik juga bagi anggota yang lain, itu yang kami pahami, proses itu yang sedang kami bangun. 
Selamat berlibur, tetap ceria, tetap sehat, kebahagianmu menjadi kebahagian kami. GBU

Sunday, March 11, 2018

BERBUAT BAIK MENDAPAT KEBAIKAN


"Mas, besok ada teman penulis, seorang Kiai NU dari Sumenep Madura mau menghadiri Jambore Nasional ke 9 Bis Mania Community (BMC) di pantai Ringgung, kita jemput dia dan kita antar ya". Demikian WA dari istriku. Kemudian aku jawab "Ok siap. Hari ini aku ke kantor, karena ada acara Seafood Party, mau persiapan, info saja sudah sampai mana dia, ntar aku jemput". Kebetulan sang kiai sedang melakukan perjalanan dari titik O Sabang dengan menggunakan transportasi bis, dia merupakan seorang kiai, guru, penulis dan sekaligus penggemar bis (bis mania).
Kebetulan mobil kami sedang ada kendala saya coba pakai mobil kantor ternyata masih digunakan menjemput tamu dari Jakarta, sehingga sempat berpikir bagaimana menjemput dan mengantar sang kiai. Tetanggaku yang biasanya siap "direpotin" kebetulan juga lagi pulang kampung sehingga tidak ada pilihan lain harus sewa mobil atau pakai Grab.
Turun di bunderan Radin  Inten, ternyata sang kiai bersama 2 teman lainnya yang juga anggota bis mania, seorang dari Bali yang tinggal di Palembang, seorang lagi dari Muntilan yang tinggal di Sekayu Sumsel. Karena waktu menunjukan jam 14.00 wib dan mereka belum makan siang, mereka kami ajak makan siang di warung mahasiswa Mister Geprek. Warung ini berlokasi di dekat kampus negeri terbesar di Lampung, Unila. Warung yang cukup ramai karena rasaya yang memang enak, harga ekonomis dan lokasinya strategis. Warung ini dikelola oleh pak Aji dengan mempekerjakan anak-anak muda, untuk pagi - sore oleh karyawan, sore - malam dikerjakan oleh teman-teman mahasiswa yang kerja part time. Dengan harapan memberikan pembelajaran bagi siapapun untuk belajar wirausaha, pak Aji juga siap melakukan pendampingan. Bahkan untuk pesanan online (Gofood) disediakan tempat khusus buat mereka untuk menunggu. Kebetulan pemiliknya juga kenal, walau baru sekali bertemu.
Disini hal kebaikan itu muncul, kami di suguhi menu yang sebetulnya tidak ada di warung ini, pindang patin, spesial dimasak buat kami, ayam goreng khas warung ini dan terong tepung goreng sambel yang rasanya uuenaakk (menggambarkan karena sangat enak) sekali dengan minuman dingin dan terakhir kopi. Dan "amazing" nya, ibu warung disebelah (warung bu Wito) menambahi lauk kami dengan ikan goreng. Berenam kami makan dengan lahap, hanya karena kapasitas perut saja yang menghentikan untuk menyantap habis hidangan didepan meja.
Setelah berfoto dengan pemilik, istriku menuju kasir untuk bayar, ternyata dicegah oleh pemilik warung Mister Geprek pak Aji. Dengan kata lain, semua yang dihidangkan dan kami makan tidak harus dibayar alias gratis. Dan selanjutnya, saya diserahin kunci mobil beliau untuk kami pakai mengantar sang kiai dan temannya ke lokasi Jamnas di pantai Ringgung. Saya sempat terdiam sejenak, kok enak sekali memberikan kepercayaan mobilnya untuk kami pakai. "Pakai saja mobil saya, sampai malam juga tidak apa-apa" demikian pak Aji dengan entengnya memberikan kunci mobil kepadaku.
Sebelumnya dalam pertemuan singkat ini banyak kebetulan baik yang kami temukan, pertama salah satu anggota Bis Mania, Wayan (dokter hewan) adalah teman keponakanku waktu kuliah di Kedokteran hewan di Univ Airlangga Surabaya, Bude (demikian kami menyebut) pemilik warung Mister Geprek adalah menggemar tulisan istriku Yuli Nugrahani (seorang penulis, http://yulinugrahani.blogspot.co.id) sehingga sangat "exited" ketika ketemu.

Wednesday, February 28, 2018

RS Imanuel Bandarlampung


“Besok mesti ke Rumah sakit untuk periksa mata, kita coba pakai BPJS” begitu istriku menyarankan untuk periksa mata, karena mata kanan agak kabur. Dengan diantar istri, mengikuti prosedur, periksa ke dokter keluarga, kebetulan dekat rumah, klinik Bunderan sehat. Akhirnya di rujuk ke RS Imanuel. Selanjutnya kami ke RS Imanuel untuk ambil nomer antrian, ternyata untuk klinik mata sudah tidak ada kuota, jadi harus menunggu dua hari lagi (Jumat),
Tahap 1. Hari Jumat, kami pergi agak pagi (jam 07.30), ternyata setelah minta nomer antrian mendapat no 212 untuk klarifikasi berkas. Padahal nomor antrian baru nomer 52, bisa dibayangkan kalau 1 nomer antrian 5 menit maka 5 x 160 = 800 menit /60 = 13 Jam. Artinya kalau jam 08.00 wib mulai antri, maka baru jam 21.00 wib baru dipanaggil. Untungnya no antrian tersebut tidak update (tidak semua orang datang) sehingga jam 12.30 sudah dipanggil. Dan sementara tahap 1 sudah selesai.
Selanjutnya tahap 2, antri di klinik mata, kalau saya lihat di monitor baru menunjukan angka 17 artinya harus menunggu 16 orang lagi. Kalau tiap orang butuh 10 menit diperiksa maka perlu 160 menit atau 2,5 jam. Artinya jam 15.00 wib  baru diperiksa. Untuk itu, sementara kami tinggal makan siang di kantin. Setelah lama menunggu akhirnya giliran saya dipanggil untuk diperiksa, oleh dr. Indah Puspa sp.M. Pemeriksaan selesai, tanya jawab sebentar, beres.
Giliran ke tahap 3, ke bagian administrasi (Customer service) untuk stempel berkas, butuh waktu sekitar 5 menit.
Tahap 4, menunggu obat di ruang tunggu farmasi. Menunggu kira kira 10 menit obat sudah siap.
Secara umum pelayanan di RS Imanuel cukup tertib, mulai dari pengambilan nomor antrian sampai pengambilan obat. Ruang tunggu cukup nyaman. Pelayanan BPJS maupun umum dilayani dengan baik, hanya antrian pasien BPJS lebih panjang (lama) dari pada antrian umum.

Wednesday, February 21, 2018

STUDY TOUR, LAMPUNG, BALI, MALANG, JOGJAKARTA

Melakukan perjalanan kesuatu tempat bagiku sangat menyenangkan (apalagi tempat yang baru, yang belum pernah dikunjungi sebelumnya). Hal ini ternyata sangat menurun terhadap anak-anakku, Bernard anak ke dua ku, sangat menikmati sekali bila diajak jalan jalan. Namun kali ini dia melakukan perjalanan dengan rombongan sekolah. Sekolah rutin mengadakan study tour setiap 3 tahun sekali, dan kali kebetulan Bernard sudah kelas 8. Persiapan sudah dilakukan selama setahun ini, dari membayar iuran maupun menabung.
Berangkat hari Jumat 2 February  dan kembali pulang hari Sabtu 10 February 2018. Perjalanan dimulai dari terminal (pool) bus Puspa Jaya, yang kebetulan juga tidak terlalu jauh dari rumah. Pool yang biasanya sepi pada jam jam segini, sekarang penuh dengan riuh anak-anak yang mau pergi dan orang tua yang mengantarkan. Ada yang kuatir bagaimana anaknya nanti dalam perjalanan, tapi banyak juga orang tua yang sudah percaya bahwa anak mereka akan baik-baik saja (maklum mungkin baru kali berpisah jauh dan lama dengan anak kesayangannya). 
Dimulai dengan berdoa bersama, perjalanan diberangkatkan sekitar jam 07.10 wib dengan membagi peserta tour menjadi 4 bus. Bagi kami menyenangkan mempercayakan anak anak pada pihak sekolah, agar menjadi pembelajaran untuk mandiri. Melakukan perjalanan sendiri tanpa orang tua bagi Bernard akan membatu menumbuhkan kepercayaan diri, managemen diri. Melakukan perjalanan beberapa hari memang sudah biasa bagi Bernard, tapi kali ini pengalaman bepergian dengan teman-temannya merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan sepanjang hidupnya.
Memang beberapa tempat yang dituju sudah pernah dikunjungi, tetapi menjadi berbeda bila dikunjungi dengan rombongan sekolah / teman. 

PANTAI SUAK, KARUNIA ALAM TAK PERNAH HABIS



Pantai Suak berada di Desa Suak Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Kalau dari Bandarlampung bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 – 1,5 Jam. Sebelum pertigaan Sidomulyo, sebelah kanan ada pertigaan ke pantai Suak, jalan beberapa ratus meter masih ada yang berlubang, selebihnya sudah lumayan bagus.
Pantai ini masih jarang dikunjungi oleh wisatawan karena kurang dikenal. Tidak banyak wisatawan ketika kami menginjungi pantai Suak, hanya ada beberapa Orang Muda Katolik (OMK) yang sedang mengadakan acara outbound, dan beberapa penduduk lokal. Serta beberapa orang yang sedang mencari rumput laut. Karena kami sampai di pantai Suak sekitar jam 14.00 wib, laut sudah surut, dari bibir pantai sekitar 100 meter, baru ombak laut terasa, itupun langsung masuk ke laut dalam (berbahaya untuk bermain ombak).
Tidak banyak kegiatan yang bisa kami lakukan, kecuali hanya memandang laut lepas dengan beberapa perahu yang berlayar dan orang sekitar yang sedang mencari rumput laut. Rumput laut sangat banyak menempel di batu batu karang, mereka tinggal mencabutnya, memasukan kedalam karung. Bersiap untuk basah dan diterjang ombak, mereka mecabuti rumput laut yang berwarna kekuningan, harga jual sekitar Rp 1500 per kilogram kering, mereka bisa mengumpulkan sekitar 50 kg perhari (hanya bisa dilakukan ketika air laut surut). Ada pengepul yang siap membeli hasil panen mereka untuk dibawa ke pebrik di Jakarta, untuk diolah sebagai bahan makanan (agar-agar) makanan yang banyak mengandung serat.
Rumput laut jenis Sargassum sp ini merupakan rumput laut yang tergolong dalam  divisi Phaeophyceae (rumput laut coklat). Spesies ini dapat tumbuh sampai panjang 12 meter. Tubuhnya berwarna cokelat kuning kehijauan.
Ciri umumnya memiliki bentuk thallus silindris atau gepeng, pipih, licin, batang utama bulat agak kasar dan holdfast (bagian yang digunakan untuk melekat) berbentuk cakram. Cabangnya  rimbun  menyerupai pohon di  darat. Bentuk daun melebar, lonjong atau seperti pedang. Mempunyai gelembung udara (bladder) yang umumnya soliter. Warna thallus umumnya coklat
Rumput laut memiliki kandungan esensial yang sangat lengkap, yaitu air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, abu, enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K), makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, selenium serta mikro mineral semacam zat besi, magnesium dan natrium.
Rumput laut memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai pencegah kanker, sumber Yodium, Menurunkan berat badan, Kesehatan pencernaan, Kesehatan gigi dan mulut, Kesehatan jantung dan pembuluh darah, kesehatan kulit, Perawatan rambut



Wednesday, February 14, 2018

PUASA ALA PAUS FRANSISKUS 2018

Paus Fransiskus mengajukan 15 aksi kasih sederhana yang menjadi perwujudan konkret dari cinta:
1. TERSENYUMLAH.
Seorang Katolik selalu ceria.
2. Katakan TERIMA KASIH/BERSYUKURLAH untuk hal-hal sekecil apapun (bahkan jika kita tidak memilikinya)
3. Ingatkan yang lain bagaimana kamu sungguh MENCINTAI mereka.
4. BERI SALAM SUKACITA kepada orang2 yang kamu jumpai tiap hari
5. DENGARKAN cerita orang lain tanpa menghakimi, tapi dengan cinta.
6. Berhentilah jika ada yang membutuhkan bantuanmu. Jangan CUEK.
7. Cobalah untuk BANGKITKAN SEMANGAT orang-orang di sekitarmu.
8. RAYAKAN KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN orang lain, hindarilah menjadi iri dan cemburu.
9. TATALAH barang-barang yang sudah tidak digunakan atau tidak dibutuhkan, dan BERIKAN ke mereka yang membutuhkan.
10. SIAP SEDIALAH UNTUK MEMBANTU ketika kamu dibutuhkan sehingga orang lain bisa beristirahat.
11. KOREKSILAH ORANG LAIN DENGAN CINTA, sesedikit mungkin jangan sampai membuat ia takut.
12. RAWATLAH relasi yang baik dengan mereka di dekatmu
13. JAGALAH KEBERSIHAN barang-barang yang kamu gunakan di rumah
14. TOLONGLAH yang lain mengatasi hambatan mereka
15. TELPONLAH ORANGTUAMU sesering mungkin.
Puasa yang Terbaik:
Rekomendasi dari Paus Fransiskus
1. Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut
2. Puasa kecewa/tidak puas, dan penuhilah dirimu dengan rasa syukur.
3. Puasa marah dan penuhi dirimu dengan sikap taat dan sabar.
4. Puasa pesimis. Penuhilah dengan OPTIMIS
5. Puasa khawatir dan penuhilah dirimu dengan percaya pada Tuhan.
6. Puasa Meratap/Mengeluh dan nikmatilah hal-hal sederhana dalam kehidupan.
7. Puasa stress dan penuhilah dirimu dengan DOA
8. Puasa dari kesedihan dan kepahitan. Penuhilah hatimu dengan Sukacita.
9. Puasa egois, dan gantilah dengan bela rasa pada yang lain
10. Puasa dari sikap ga bisa mengampuni dan balas dendam. gantilah dengan pendamaian dan pengampunan.
11. Puasa ngomong banyak, dan penuhilah dirimu dengan keheningan dan siap sedia mendengarkan orang lain.
Jika kita semua mempraktikkan gaya berpuasa ini, setiap hari-hari kita akan dipenuhi dengan kedamaian, sukacita, dan percaya satu dengan yang lain, dan HIDUP.

Friday, February 09, 2018

KACA MATA

Penglihatan yang mulai berbayang, membaca tidak terlalu jelas, terutama mata kanan, membuatku "terpaksa" untuk memeriksakan mata di optik karena kebetulan lewat. Dan ternyata petugas optik menyarankan untuk memeriksakan ke dokter mata sebelum order kaca mata, karena mata kanan ada sedikit lapisan tipis.
Berurusan dengan dokter, bagiku memberikan kesan yang menyeramkan, terutama dengan jarum suntik. Pengalaman kecil, semua serba suntik, demam disuntik. Ini membekas sampai saat ini, teringat ketika suatu waktu, aku sakit demam selama 2 hari tidak turun turun panasnya. Sama orang tua dipanggilkan dokter puskesmas yang tidak terlalu jauh dari rumah. Kedatangan dokter ini membuatku tambah stress (hahaha....). Benar juga.... aku lebih baik melarikan diri dari seramnya jarum suntik, kabur melalui jendela kamar, padahal sudah dipegangi Ibu dan Bapak, dan tragisnya...dokternya sempat kena jaruk suntik. Aksi kabur ini menjadi aneh, demam, badan panas tapi justru lebih baik kabur dari pada disuntik.
Tapi kali ini mau tidak mau, suka tidak suka harus periksa ke dokter mata, (kalau baca di internet, mesti operasi kecil, hhiiii...). Dan ternyata dokter tidak merekomendasikan operasi, cukup di obati saja dan pakai kaca mata sesuai ukuran yang sudah diresepkan. Puji Tuhan.
Setelah beberapa hari order di optik, akhirnya kacamata jadi. Aku memutuskan untuk membeli 2 kacamata (kacamata baca dan kacamata jarak jauh). Karena selain pertimbangan harga juga pertimbangan pemakaian mana yang paling sering digunakan.
Penyesuaian penampilan dan  pemakaian, sehari ini, harus pasang dan lepas lagi untuk membedakan lebih enak pakai kacamata atau tidak. Untuk kacamata baca, lumayan membantu, tulisan lebih jelas, lebih terang, untuk tulisan menjadi lebih gelap. Hanya untuk baca dengan jarak sampai 40 cm, diatas itu kabur. Mesti ganti kaca mata yang jarak jauh. Ya...agak repot, tapi harus pakai, karena kata dokter, mata harus dikurangi kena paparan matahari langsung, debu atau asap.


HUJAN

Pagi ini hujan mengguyur  merata diseluruh wilayah Bandarlampung. Jalanan begitu padat, karena aktivitas harian (sekolah, kerja, dll), yang biasanya jalanan macet dengan dominasi sepeda motor, kali ini jalanan sesak kendaraan roda 4. Sepertinya kendaraan roda 4 semua keluar dari garasi, baik untuk pergi kerja maupun untuk antar anak sekolah. Membuktikan Bandarlampung sudah dipenuhi kendaraan roda 4.
Hujan tidak banyak memberikan pilihan bagi orang yang mengendarai kendaraan roda 2 (sepeda motor) yang mau bekerja atau sekolah selain berteduh sejenak, atau pakai jas hujan atau berganti moda transportasi masal atau online. Sepertinya banyak pilihan pengendara  untuk berteduh di emperan toko menunggu hujan reda. Emperan toko yang beratap/kanopi lebar menjadi tempat berteduh yang cukup melindungi dari air hujan. Walaupun beberapa halaman toko yang di batasi rantai (tidak ada bisa untuk berteduh). 
Hujan yang cukup deras, dibeberapa tempat sempat tergenang air, irigasi yang buruk menjadi salah satu penyebabnya, selain gorong gorong yang tersumbat sampat.
Hujan bagi sebagian orang menyusahkan, tetapi sebagian orang menjadi berkah. Beberapa anak kecil dengan tubuhnya yang kurus menyediakan ojek payung dibeberapa pertokoan atau tempat makan yang banyak dikunjungi orang. Basah, dingin tidak dihiraukan yang penting kesempatan baik ini menjadi berkah untuk mendapatkan kerelaan beberapa orang yang mau menyewa jasa mereka
Bagiku hujan sangat menyenangkan, menyegarkan. Kesempatan untuk hujan hujanan (bermain hujan) bagi orang kota menjadi sangat aneh, tetapi bagiku biasa saja, sama halnya dengan dengan menginjak tanah atau bermain tanah. Coba perhatikan, kapan anda terakhir bermain tanah atau setidaknya menginjak tanah, tanah yang benar benar tanah. Apakah dirumah anda masih tersisa halaman masih tanah? Lantai rumah keramik, halaman paving blok, keluar rumah pakai sepatu/sandal, lantai kantor/tempat kerja sama, juga sudah dikeramik.
Tidak memberikan kesempatan bagi tubuh kita yang fana ini berinteraksi langsung dengan air, tanah yang pada akhirnya kita semua akan dikubur bersamanya.
Hujan pagi ini memberikan ingatan bagiku, bahwa tubuh yang fana ini merupakan bagian dari alam yang juga fana, tidak bisa dipisahkan. Hujan tidak akan membuat kita sakit, kalau kita tidak memikirkannya hujan bisa membuat orang sakit. Kekuatan pikiranlah yang membuat kita sakit karena hujan, bukan sebaliknya.