Saturday, May 09, 2026

MLZ 03, WITH MARY ON THE JOURNEY OF HOPE

 

Komunitas Mlampah Ziarah Lampung berawal dari gagasan sederhana beberapa orang yang pernah mengikuti kegiatan mlampah ziarah di Kota Yogyakarta dan beberapa kota lain di Indonesia, serta teman-teman yang sudah terbiasa melakukan kegiatan hiking. Ide sederhana itu ternyata mendapat sambutan hangat dan perlahan berkembang menjadi kegiatan baru bagi para penyuka jalan kaki sekaligus peziarahan.

Mlampah Ziarah Lampung, yang selanjutnya disebut MZL, pertama kali dilaksanakan pada MZL01 tanggal 7 Maret 2026 dengan rute dari Asilo Hermelink menuju Taman Doa Sendang Banyu Biru di Way Kandis. Perjalanan ini diikuti 18 peserta dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer, melewati jalan-jalan utama Kota Bandar Lampung seperti Jl. ZA Pagar Alam, Jl. Sultan Agung, Jl. Ki Maja, hingga Jl. Ratu Dibalau.

Selanjutnya, MZL02 diadakan pada 11 April 2026 dengan rute dari Asilo Hermelink menuju Panti Wreda Griya Nugraha. Perjalanan kali ini melewati jalur yang cukup menanjak dengan jarak sekitar 7 kilometer.

MZL03 dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, dengan titik kumpul tetap di Asilo Hermelink dan tujuan akhir Kapel Santa Anna di komunitas induk Suster-suster Hati Kudus Teluk Betung.

Malam masih menyelimuti Asilo Hermelink ketika waktu menunjukkan pukul 04.45 WIB. Satu per satu peserta mulai berkumpul untuk mengikuti kegiatan komunitas ini. Acara diawali dengan briefing keselamatan perjalanan, pembagian kelompok seperti yang telah dibagikan di grup WhatsApp, dilanjutkan dengan pemanasan dan peregangan sebelum memulai perjalanan, serta doa pembuka.

Tepat pukul 05.20 WIB perjalanan dimulai, dengan kelompok satu berada di posisi terdepan. Kali ini jumlah peserta mencapai 36 orang. Menyusuri Jl. ZA Pagar Alam, pagi itu cuaca cerah dan langit masih menampakkan cahaya bulan. Beberapa orang di pinggir jalan menyapa rombongan kami. Aktivitas kota pun mulai terasa hidup; kendaraan berlalu-lalang dengan kecepatan cukup tinggi sehingga kami harus terus berhati-hati sepanjang perjalanan.

Dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan kemampuan berjalan yang berbeda-beda, ritme perjalanan harus terus disesuaikan. Ketika ada teman yang mulai tertinggal, setiap kelompok berusaha menjaga irama langkah agar tidak meninggalkan peserta yang berjalan lebih lambat.

Perjalanan ini juga menghadirkan refleksi tentang kondisi pejalan kaki di Kota Bandar Lampung. Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki masih banyak yang kurang layak: ada lubang menganga di tengah jalur, sebagian dipakai berdagang, bahkan menjadi tempat sampah. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian bersama agar tersedia ruang berjalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Memasuki kilometer kedua, kelompok empat tertinggal cukup jauh dari rombongan lain. Akhirnya kelompok satu berpindah ke bagian belakang, sementara kelompok empat mengambil posisi terdepan agar ritme perjalanan kembali seimbang.

Perjalanan ini bukan sekadar jalan kaki, melainkan sebuah peziarahan hati. Di setiap langkah ada doa yang dipanjatkan, rasa syukur yang tumbuh, dan keyakinan bahwa Tuhan selalu berjalan bersama dalam setiap perjalanan hidup.

Berjalan bersama, saling bercerita, dan berbagi kegembiraan membuat setiap langkah terasa lebih ringan. Dalam perjalanan ziarah, bukan hanya tujuan akhir yang menjadi makna, melainkan juga kebersamaan yang menguatkan hati dan menghadirkan syukur sepanjang jalan.

Saat melewati Gereja Katedral Kristus Raja, kami memang tidak berhenti. Namun langkah yang terus berjalan justru menjadi ruang permenungan. Kami diingatkan bahwa setiap jalan dapat menjadi tempat berdoa, setiap langkah membawa harapan, dan setiap hati belajar semakin bersyukur.

Perjalanan juga melewati kawasan pertokoan dan Ramayana yang dahulu begitu ramai, namun kini terasa lebih sepi. Pemandangan itu mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, suasana dapat berubah, tetapi kenangan dan cerita akan selalu tinggal dalam ingatan orang-orang yang pernah melewatinya.

Ketika melewati Jl. Raden Intan, peserta yang berada paling depan sempat berjalan terlalu jauh meninggalkan rombongan belakang. Saya sebagai leader harus berlari mengejar untuk mengingatkan agar rombongan berhenti sejenak menunggu peserta lain yang tertinggal. Tidak semua peserta memiliki kemampuan berjalan cepat, sehingga ritme perjalanan kembali diatur agar seluruh peserta tetap dapat berjalan bersama.

Setelah seluruh peserta berkumpul kembali, kami mengabadikan perjalanan ini melalui foto dan video di Tugu Adipura, ikon Kota Bandar Lampung. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat kegiatan car free day setiap hari Minggu, tempat masyarakat menikmati jalan kaki dan olahraga tanpa gangguan kendaraan bermotor.

Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati Jl. Diponegoro yang menurun dengan kondisi trotoar yang relatif lebih baik, meskipun di beberapa titik masih terdapat kerusakan. Kami memilih tetap berjalan di trotoar demi keamanan karena arus kendaraan di jalan utama sudah cukup ramai dan melaju cepat.

Di pertigaan Balai Kota terdapat spot foto yang menarik, namun kami hanya berhenti sejenak untuk berfoto sendiri-sendiri sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Jalan yang menurun membuat peserta kembali bersemangat dan mempercepat langkah. Meski demikian, satu peserta tertua yang berjalan lebih pelan tetap kami dampingi agar tetap nyaman mengikuti perjalanan.

Pukul 07.42 WIB kami akhirnya tiba di tujuan, yaitu Kapel Biara Induk Suster-suster Hati Kudus Teluk Betung. Syukur kami rasakan ketika seluruh peserta dipastikan tiba dalam keadaan sehat dan baik.

Setelah beristirahat sejenak, kami dijamu oleh para suster HK dengan roti goreng, pisang rebus, air mineral, kopi, dan teh hangat yang sangat membantu mengembalikan tenaga setelah perjalanan pagi itu.

Selanjutnya kami memasuki kapel untuk berdoa Rosario sebagai penutup perjalanan ziarah ini. Doa Rosario dipandu oleh Ibu Mariana Kowe. Suasana hening, khidmat, dan penuh rasa syukur begitu terasa dalam doa bersama yang menjadi penutup perjalanan hari itu.

Usai doa Rosario, kami berpamitan kepada para Suster HK serta Direktur RS Santa Anna yang telah menyambut kami dengan hangat dan penuh keramahan.

 

MZL003

Mlampah Ziarah Lampung

WITH MARY ON THE JOURNEY OF HOPE

🗓️ Sabtu, 9 Mei 2026

⏰ 05.00 WIB

📍 Start : Asilo Hermelink

🏁 Finish : Kapel Santa Anna, Teluk Betung

Mlampah Ziarah Lampung 03 (MZL 03) mengajak kita melangkah dalam perjalanan iman bersama Bunda Maria, sosok yang setia berjalan dalam harapan, bahkan di tengah ketidakpastian. Dalam setiap langkah ziarah ini, kita diajak untuk meneladani hati Maria yang penuh iman, ketaatan, dan kepercayaan kepada kehendak Tuhan.

Perjalanan ini bukan sekadar menempuh jarak, tetapi menjadi ruang untuk merenung, berdoa, dan memperdalam relasi dengan Tuhan. Bersama Maria, kita belajar bahwa harapan tidak pernah padam, bahkan ketika jalan terasa menanjak atau melelahkan. Justru dalam proses itulah, iman kita diteguhkan dan hati kita dibentuk.

Dalam kebersamaan sebagai peziarah, kita saling menguatkan, saling mendoakan, dan berjalan dalam satu tujuan: menemukan damai dan harapan sejati. Doa-doa yang terlantun, langkah-langkah yang diayunkan, serta keheningan yang kita alami menjadi bagian dari perjalanan rohani yang menyentuh hati.

Melalui MZL 03, kita diajak untuk menyerahkan setiap pergumulan, harapan, dan rasa syukur kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Semoga perjalanan ini membawa kita semakin dekat pada kasih Tuhan, dan menumbuhkan harapan baru dalam setiap langkah kehidupan.

With Mary on the Journey of Hope

Bersama Maria dalam perjalanan pengharapan

 

PERSIAPAN MLAMPAH ZIARAH LAMPUNG

🌸 I. RUN DOWN 🌸

Sabtu, 9 Mei 2026

Route : Asilo Hermelink -  RS Santa Anna

04.45  : Peserta berkumpul di Asilo Hermelink

* Registrasi (memastikan yang daftar sudah hadir, mengambil stiker nama di bu Pieri)

* Persiapan pribadi

05.00 Pembuka

* Pengantar singkat (Bu Pieri)

* Briefing teknis perjalanan (Pak Hendro @Piet Hendro )

* Pemanasan fisik (Bu Yuli @Yuli Nugrahani )

* Doa pembuka (Suster  Dymphna @~Sr. Dymphna, HK )

05.15 Mulai berjalan

Suasana hening  langkah menjadi doa. Bersama kelompok masing masing

07.15 Tiba di Santa Anna. Istirahat

07. 30 ke Kapel

* Hening

* Doa Rosario (Bu Maria @~Mariana Kowe  )

* Doa ujud pribadi

08.30 Penutup

* Berkat

* Sayonara

* Foto bersama

 

🌸II. SAFETY BRIEFING🌸

1.     Pastikan kondisi tubuh sehat dan siap berjalan ±8 - 9 km.

2.     Gunakan sepatu yang nyaman dan tidak licin.

3.     Bawa air minum pribadi minimal 600 ml.

4.     Tetap berjalan di sisi kiri jalan dan patuhi aturan lalu lintas.

5.     Jangan berjalan sendirian, tetap dalam kelompok.

6.     Ikuti arahan koordinator dan tim sweeper.

7.     Jika merasa pusing, lelah berlebihan, atau cedera, segera lapor ke koordinator kelompok.

8.     Dimohon untuk tidak bercanda berlebihan yang membahayakan diri sendiri atau peserta lain.

9.     Jaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan.

10.  Transport ke Asilo dari rumah masing masing dan dari Santa Anna ke Asilo/rumah masing masing dilakukan secara mandiri.

Ingat: Ini adalah ziarah rohani. Mari kita menjaga sikap, kata-kata, dan suasana doa.

 

🌷III. PERSIAPAN PRIBADI PESERTA🌷

🌷A. Perlengkapan

v Sepatu nyaman (sudah pernah dipakai, bukan baru)

v Kaos kaki Cadangan

v Topi / buff

v Jas hujan ringan / paying

v Tas kecil / daypack

v Track pole atau tongkat

v Head lamp atau senter

🌷B. Konsumsi

v Air minum minimal 600 ml

v Snack ringan (telur rebus/arem arem/roti / kurma / pisang / energy bar / coklat / madu)

🌷C. Kesehatan

v Obat pribadi (jika ada)

v Plester luka / plester anti lecet

v Minyak angin

v Sunblock (jika perlu)

D. Lain-lain

v HP dengan baterai cukup

v Uang secukupnya

v Identitas diri

 

🍄IV. PELAKSANA LAPANGAN🍄

v Korlab : Pak Hendro @Piet Hendro

v Leader : Pak Hendro @Piet Hendro , Pak Nur Santosa @Nur Santoso , Pak Joko @~Yohanes Joko Purwanto SH , Pak Singgih @~Singgih

v Sweeper : Pak Dono @~Dono , Pak Susilo @~V Susilo Sugiarto , Pak Lukas  Koes @Lukask Kaling Sta. Scholastika , Pak Parman @Martinus Suparman

v Doa pembukaan di Asilo: Suster Dymphna @~Sr. Dymphna, HK

v Doa Rosario di Santa Anna: Ibu Maria @~Mariana Kowe

v CP keluhan medis : Pak Dono @~Dono

v CP mobil sweeper : Pak Alex

 

Mlampah Ziarah Lampung

1.     Niat & Doa : Awali dengan niat ziarah sebagai perjalanan iman, bukan sekadar jalan kaki.

2.     Persiapan Diri : Siapkan fisik, perlengkapan sederhana, dan hati yang terbuka.

3.     Perjalanan : Nikmati setiap langkah dengan doa, nyanyian, atau hening refleksi.

4.     Tiba di Tempat Ziarah : Ikuti ibadat, doa pribadi, atau devosi dengan khusyuk.

5.     Refleksi : Renungkan pengalaman, syukur atas perjalanan yang dilalui.

6.     Kembali & Membawa Makna :  Pulang dengan semangat baru untuk hidup sehari-hari.