Wednesday, May 16, 2018

TANJUNGPINANG PART 2

Hutan Mangrove

Setelah sarapan, perjalanan kami lanjutkan dengan mengendarai motor Yamaha NMAX yang dipinjami seorang teman ke sebuah tempat wisata hutan mangrove yang memang banyak ditemukan disekitar Tanjungpinang yang dikelolala masyarakat. Belum selesai puas menikmati puasnya hutan magrove, kami di telpone teman untuk ketemu di hotel yang memang kami janjian untuk pergi keliling pulau Bintan.




Vihara Ksitigarbha Bodhisattva
Vihara seribu patung
Vihara Ksitigabha Bodhisattva
Bersama keluarga Yuan, kami berencana pergi ke pantai Trikora dan pantai Lagoi. Dalam perjalanan kesana kami mampir ke sebuah vihara yang cukup terkenal dan besar yaitu Vihara Ksitigarbha Bodhisattva yang sering disebut orang Vihara seribu patung. Tempat peribadatan umat Budha ini terbuka untuk umum dengan memperhatikan kesakralan dan ketertiban. Vihara yanga hanya berjarak sekitar 14 km dari kota Tanjungpinang ini bisa ditempuh sekitar 20 menit. 

Vihara Avalokitesvara
Vihara Avalokitesvara











Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Vihara Avalokitesvara yang berada di kelurahan Air Raja kota Tanjungpinang, sekitar 12 Km dari kota Tanjungpinang, sebelah kiri jalur lintas Tanjungpinang – Tanjunguban. Vihara ini merupakan Vihara terbesar di Asia Tenggara.

Pantai Trikora
Pantai Trikora
Puas menikmati keindahan, kemegahan Vihara Avalokitesvara, kami menuju ke pantai Trikora yang menjadi salah satu tujuan wisata lokal maupun mancanegara. Jaraknya sekitar 45 Km dari kota Tanjungpinang, jalan yang lebar dan bagus, membuat perjalanan cukup lancar. Sebelum sampai di pantai Trikora, kami berhenti di desa Kawal untuk berbelanja makanan kecil yang menjadi favorit yaitu otak otak yang dibungkus daun kelapa dan tape singkong. Pantai Trikora cukup bersih dan nyaman untuk keluarga, pantai landai, ombak tidak terlalu besar sehingga aman untuk bermain anak-anak. Laut cukup bersih, pasir putih dan pohon kelapa membuat indahnya pantai Trikora begitu menawan.











Gerbang Masuk Bintan Resort
Perjalanan kami lanjutkan menuju pantai Lagoi, sebuah kawasan Wisata dengan banyak Resort. Tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, sebuah kawasan wisata yang tertutup, untuk masuk kawasan ini diperlukan pemeriksaan khusus.






Senja di Lagoi Resort






TANJUNG PINANG PART 1




Pulau pulau kecil di Batam
Bandara Hang Nadim Batam

Mendarat di bandara Hang Nadim Batam kami dijemput oleh bu Liliana bersama suami dan kedua anaknya. Menyenangkan berkenalan dengan keluarga ini, keluarga muda yang sudah lama tinggal di Batam dari asal mereka Solo. Sebelum kami diantar ke pelabuhan penyeberangan Ferry Telaga Punggur Batam untuk menyeberang ke pelabuhan Ferry Sri Bintan Pura Tanjungbintang kami makan sambil bercengkerama dengan keluarga ceria ini.
Loket tiket ferry penyeberangan
Di pelabuhan Ferry Telaga Punggur, kami membeli tiket penyeberangan dengan harga tertulis Rp. 52.000, tetapi di tiket tertulis Rp. 57.000 per orang. Tidak terlalu lama untuk mengantri, karena keberangkatan kapal penyeberangan hanya berselang 30 menit. Tidak terlalu banyak penumpang yang akan menyeberang, hanya terisi 40 persen dari kapasitas kapal.

Penyeberangan antar pulau ini cukup menarik karena melewati beberapa pulau kecil, penambangan minyak lepas pantai. Kapal ferry (oceanna 2) yang kami tumpangi cukup bagus, bersih dan cepat, penyeberangan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam.
Ferry antar pulau

Di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang kami dijemput oleh Yuan bersama suami dan anaknya. Berkeliling di kota Tanjungpinang mampir ke rumah Yuan dan ngopi ditepi laut di kedai Tepi Laut sambil menunggu sunset. Tetapi sunset yang kami tunggu tertutup awan, sehingga berencana mencari tempat lain yang mungkin lebih bagus.





Sunset dari jembatan Dompak
Kami pergi ke salah satu ikon kota Tanjungpinang yaitu jembatan Dompak yang memiliki panjang 1,5 Km, dengan lebar 14 meter ( 4 lajur). Jembatan yang menghubungkan pulau Dompak dan Tanjungpinang ini sangat megah dan menjadi ikon baru bagi masyarakat Tanjungpinang. Setiap sore banyak anak muda menjadikan jembatan Dompak tempat nongkrong, bercengkerama dengan temannya sambil menikmati sunset yang begitu indah. Dan bagi wisatawan bagus juga tempat ini untuk mengabadikannya dalam kenangan foto dan cerita. Dibeberapa tempat juga sudah ada pedagang (café jalanan) yang menyediakan minuman maupun makanan ringan sambil duduk santai.

Gonggong siap masak
Setelah kami check in hotel, kami membersihkan diri dan lanjut menelusuri kota Tanjungpinang yang memang indah dimalam hari, apalagi malam minggu. Dan dalam kesempatan ini kami makan di lokasi Laman Boenda, banyak menu yang disajikan sate padang, seafood dan andalan serta mejadi favorit khas  daerah ini adalah olahan gonggong (siput laut) yang konon di Tanjungpinang olahan masakan ini yang paling lezat. Gonggong banyak disajikan dalam menu gonggong tumis, gonggong saus tiram, gonggong sate, gonggong pedas manis, gonggong rebus dan sambal jeruk, tinggal pilih menu sesuai selera.

Laman Boenda
Menikmati malam bersama keluarga di sekitar gedung gonggong yang lokasinya ditepi laut menjadi hiburan bagi masyarakat Tanjungpinang. Area yang cukup luas, bersih dan tertata menjadikan malam semakin indah dengan lampu yang menyinari gedung Gonggong yang selalu berubah. Sebuat tempat favorit bagi keluarga di Tanjungpinang untuk menghabiskan malam sambil bersosialisasi.

MALAM REFLEKSI BURUH MIGRAN

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional dan dikenal juga dengan May Day.
Banyak kegiatan buruh atau kelompok buruh untuk memeperingatinya, ada workshop, demo, pelatihan penguatan serikat buruh, dan lain lain. Kali ini Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Kerahiman Ilahi Tiban Batam memperingati dengan acara Malam Refleksi Buruh Migran. Acara yang diadakan di pelataran Gereja Katolik Kerahiman Ilahi Tiban Batam ini dikemas dalam diskusi, pembacaan puisi, lagu, drama remaja. Acara yang dihadiri berbagai elemen ini diantaranya, kelompok buruh, OMK, pekerja seni, THS THM, sastrawan dll.
Diawali dengan tarian nona Singapura acara dibuka buka sekitar jam 19.30 wib. Acara yang dimotori oleh Rm. Paskalis ini sangat menyentuh sekali karena banyak melibatkan orang muda dan buruh serta seniman. 
Diskusi perburuhan dengan beberapa nara sumber diantaranya Ch. Dwi Yuli Nugrahani (Penggiat GATK, Penulis), Romo Eko Aldilanto O Carm (Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau KWI), Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migran Care) dan Simanjuntak.


Friday, April 27, 2018

TRANFORMASI



Dimulai awal bulan Februari 2018, rumah yang kami tinggali beberapa tahun mesti direnovasi karena atap, plafon sudah rusak. Karena memang rumah yang kami beli dibangun tahun 1998, type 21 luas tanah 175 meter persegi (10 meter x 17,5 meter). Cukup luas untuk ukuran tanah di perumahan. Ya... kami membelinya dengan meneruskan kredit ke bank BTN dengan iuran sekitar Rp. 97.000.
Dengan pertimbangan matang, karena banyak pohon yang harus kami tebang, harus dikorbankan, pohon jambu biji merah, pohon sirsat (2 pohon), pohon anggur, pohon lengkeng, pohon jambu jamaika, buah naga, pohon salam, anggrek tanah, pohon cacao, akhirnya kami merenovasi rumah.
Buat kami tanaman itu sangat bermanfaat, sebagai peneduh, resapan air hujan dan penting lagi buahnya menjadi asupan vitamin gratis setiap saat.

 Dan yang "tragis" burung pipit yang bersarang dipohon klengkeng jadi berkurang, juga burung kutilang yang selalu mampir sekarang entah kemana.
Tapi itulah resiko perubahan, resiko tranformasi yang mesti dihadapi. Yang jelas masih ada beberapa pohon yang siap dijadikan sarang mereka, diantaranya pohon jambu Jamaika, pohon Juwet (jamblang), pohon jambu merah yang aku tanam lagi walau masih ukuran 3 meter.
Dan akan aku siapkan kolam ikan, sangkar/kandang burung yang cukup luas dan tanaman bunga dan buah serta sayur. Sedang aku                                                            rancang semacam vertical garden untuk tanaman bunga dan sayur.

Itu rencana kami, rumah yang terbuka buat siapapun yang ingin berkarya, teman-teman, wartawan, sastrawan/wati, penulis, warga lingkungan, saudara, teman, burung, lebah, kelelawar, ikan, dll. Silahkan untuk menginap dirumah kami kapanpun diperlukan. Ada beberapa kamar yang siap digunakan, dapur terbuka untuk masak, dan ruang terbuka untuk nongkrong, diskusi atau sekedar duduk ngopi.














Wednesday, April 18, 2018

SARAPAN PECEL MADIUN DI BANDARLAMPUNG


Hari ini harus bangun lebih pagi karena harus mempersiapkan segala sesuatu untuk memulai aktifitas. Pulang dari kantor jam 23.30 wib, membereskan rumah, mandi dan dilanjut istirahat, tidur. Aku stel alarm jam 04.30 wib karena bangun harus lebih pagi untuk mempersiapkan sarapan, membereskan rumah, mempersiapkan kebutuhan tukang (makanan, minuman, kue-kue). Mengantar anak ke sekolah  harus berangkat lebih pagi karena di beberapa titik ada kemacetan pada waktu-waktu teetentu, yaitu waktu berangkat sekolah/kerja dan waktu pulang sekolah/kerja. Dan diperparah dengan adanya pembangunan underpass di pertigaan Unila, jalan menyempit dan antrian kendaran menyebabkan kemacetan parah.


Belum sempat sarapan, akhirnya aku mampir ke pasar Bambu Kuning, untuk membeli pecel pincuk pinggir emperan toko. Yang jual ibu ibu dari Ponorogo, yang beli biasanya pekerja pasar, penjual, pembeli di pasar Bambu Kuning. Pecelnya enak dengan komposisi sayurannya lengkap, daun pepaya, daun bayam, tauge, kemangi, kembang turi, pete cina dan ditambah srundeng dan pelengkap sempurna peyek kacang, teri, dan tempe goreng. Sampai saat ini baru ditempat ini aku menemukan penjual pecel seperti ini di Bandarlampung. Untuk membelinya mesti pagi hari antara jam 06.00 - 08.00 wib, itu kalau kebagian. harganya cukup Rp. 7.500 perbungkus.

Sebenarnya ibunya juga yang jual, tetapi karena sudah tidak kuat lagi, maka hanya anaknya saja yang jualan. Ibunya hanya menyiapkan bahan di rumahnya.
Silahkan yang mau menikmati pecel Madiun, murah meriah dan tentunya enak bisa ke pasar Bambu Kuning, Jl, Imam Bonjol, dekat grosir buah.



Sunday, April 15, 2018

PAGI YANG CERAH

Pagi ini cuaca begitu cerah, yang biasanya mendung, hujan, kali ini langit cerah sehingga warna jingga disisi timur begitu dominan. Keindahan yang selalu berganti tetapi tetap saja menakjubkan. Tidak perlu jauh untuk menikamtinya, cukup naik ke lantai 2 dan nikmati pagi dengan secangkir kopi dan sepotong biskuit. Dengan demikian keindahan dan kenikmatan sudah bisa direngkuh sekaligus. Waktu yang terus berjalan mesti dijalani dengan syukur, maka rasa bahagia akan mengikutinya. Nikmati yang ada.
Keindahan yang disajikan pagi ini membuatku merasa terlalu kecil dibandingan alam raya yang begitu luas.

Friday, April 06, 2018

SEJENAK BERSAMA YOUTUBER INDIRA KALISTHA DAN AA UTAP


Dunia maya setiap detik selalu berkembang, dibarengi dengan teknologi yang juga setiap saat berubah. Informasi semakin cepat, semakin mudah, semakin bervariasi. Teknologi informasi begitu terasa sekali pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang, lingkungan, dll. Apapun, dimanapun, kapanpun sebuah peristiwa terjadi, setiap orang dengan mudah mengaksesnya. Itulah dunia maya, dunia digital yang sedang menjadi bagian dari kehidupan sesorang yang tidak bisa dihindari, yang harus diikuti dan dipahami yang pada akhirnya harus disikapi dengan baik dan bijaksana.
Kali ini aku bertemu dengan anak muda salah satunya adalah Indira Kalistha dan Aa utap yang merupakan penggiat dunia digital, dunia maya yaitu Youtube. Mereka sudah menggelutinya beberapa tahun lalu, dan dari kegiatan itu, mereka mendapatkan uang, mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Anak-anak muda kreatif, anak jaman "now",  hobby dan apapun yang mereka lakukan menjadi obyek yang bisa di videokan dan di sebarkan kedunia maya. 
Bagi aku yang lahir dunia "old" mengikuti perkembangan dunia maya atau dunia digital sudah agak sulit walau ketertarikan akan hal ini sangat besar, tetapi dengan berteman dengan anak muda jaman now, membuatku sedikit banyak bisa mengikuti kearah mana tren medsos.


Wednesday, April 04, 2018

IDE, KOMPROMI, APLIKASI, HASIL

Membuat yang terbaik, nyaman, aman, indah, dan ramah lingkungan, dan terbuka bagi siapapun. Menerapkan ide ide dengan kompromi yang akhirnya mengaplikasikannya untuk mendapatkan hasil sesuai harapan sudah lama kami impikan, baru kali ini bisa terlaksana. Ide/gagasan begitu banyak, begitu bervariasi dan kadang di luar mainstream tetapi mesti kompromi dengan banyak hal juga karena tidak semua ide bisa dilakukan, harus dengan pertimbangan dari beberapa sudut pandang. Tetapi dengan kompromi yang luas dan terbuka ide/gagasan bisa dilakukan dengan baik tanpa mengurangi nilai dari ide tersebut. 
Kata "sekalian" disini kadang sering kali menjadi kata (kata kerja, artinya harus dilakukan) yang mesti diredam karena memberikan dampak atau konsekuensi logis yang melampaui kompromi. "Sekalian" mesti dikontrol agar ide/gagasan bisa dilakukan tanpa mengganggu proses yang lain.
Aplikasi/penerapan pun mesti dikontrol agar ide/harapan yang disasar bisa dilakukan dengan benar, karena ini akan mempengaruhi bahan, waktu dan hasil akhir. Karena disini peran kontrol sangat penting untuk menjamin semua proses bisa terlaksana sesuai urutan dan waktu. Komunikasi antara ide dan aplikasi mesti intent, dan terus menerus dibangun, untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Berkreasi dengan ide/gagasan sangat menyenangkan. Banyak hal yang mesti diperhitungkan dengan tepat, baik bahan, biaya, waktu dengan harapan hasil yang membuat bangga karena memang ini kreasi sendiri. Dan kepuasan hasil yang bisa dinikmati menjadi seni tersendiri yang menjadi tantangan untuk menghasilkan karya yang membanggakan.

Monday, April 02, 2018

JAMBORE NASIONAL 9 BIS MANIA COMMUNITY 2018


Jambore Nasional 9 Bis Mania Community (MBC) 2018 kali ini diadakan di pantai Ringgung, Pesawaran, Lampung. Acara yang diikuti oleh beberapa peserta dari Bali, Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Beberapa acara yang diadakan untuk memeperingati HUT MBC ke X antara lain, Konvoitertib berlalu lintas, Diskusi perbisan & BMC, Parade Miniatur Bis, Bazaar Souvenir, Gathering Nasional & keakraban, Hiburan, Foto session serta Kopdar Bisminiatun.
Antusiasme peserta begitu terasa di balut acara yang keren ditempat yang keren, pantai Ringgung yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lampung.
Sesi foto menjadi hal yang sangat menarik karena lokasi yang dipilih sangat bagus, dan mengakomodir acara ini.Souvenir juga banyak diminati peserta, baik souvenir yang berhubungan dengan BMC maupun oleh oleh khas Lampung.

MENIKMAKTI DAN MENGABADIKAN KEINDAHAN YANG SELALU BERUBAH

Keindahan, keagungan karya ciptaan Tuhan memang tiada bandingnya. Dan yang mesti disadari bahwa segala ciptaanNya selalu baru dan selalu indah menakjubkan. Itupun terasa ketika aku berada di lantai 2 rumahku, yang kebetulan aku tinggal diperumahan yang kebetulan juga di depan rumah adalah area SMK PP (Pertanian Pembangunan) yang masih kosong dan rumah tetangga depan juga ditanami tanaman bunga. buah dll, sehingga pemandangan luas terbentang. Dengan latar gunung betung, ketika senja tiba, sinar matahari begitu indah menakjubkan, warna langit biru dan warna orange "semburat" sinar matahari dan siluet pepohonan, sayang untuk tidak dinikmati dan di abadikan. 
Pemandangan indah yang selalu berubah setiap saat ini aku abadikan dalam jepretan kamera HP, sudah cukup mewakili untuk dinikmati setiap saat. Dan menarik untuk dijadikan background layar komputer. Tidak perlu jauh jauh untuk mendapatkan momen indah, cukup dengan melatih kepekaan saja, kita bisa mendapatkan hal menarik yang selalu berubah. 



Friday, March 16, 2018

BERBAGI PERAN

Mendapat kesempatan berlibur memang sangat menyenangkan. Ya...berlibur, melakukan perjalanan memang menjadi hobby dan kebutuhan bagiku, bagi keluarga kami. Namun kali ini istriku yang mendapat kesempatan untuk menemani seorang sahabatnya yang sedang berlibur musim dingin di Indonesia. Sahabatnya memang orang Indonesia, namun sekolah dan tinggal di Swiss, kebetulan bila memasuki musim dingin dia selalu pulang kampung. Dan saat ini berlibur kebeberapa tempat di Indonesia timur, salah satunya di Bali. Biasanya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah di Lampung, tetapi kali ini bertemu di Bali disebuah cottage di Amlapura tempat mereka menginap.

"Ditinggal" istri pergi untuk berlibur seminggu bagi kami bertiga ( dengan 2 anaku), sudah biasa karena memang istriku aktifis sosial yang sudah sering kali pergi untuk beberapa hari, baik di wilayah Indonesia maupun ke luar negeri. Repot....memang, tapi ketika itu dijalani dengan sukacita, saling pengertian, maka "repot" tadi menjadi hal yang biasa saja tidak menjadi masalah. Hanya saja pekerjaan yang biasa dilakukan istriku mesti aku yang harus lakukan, terutama memasak untuk kami bertiga. Bangun harus lebih pagi, untuk melakukan aktifitas pagi, mempersiapkan sarapan, makan siang, dll dan mengantar anak ke sekolah, dan akhirnya berangkat ke kantor. Demikian juga sore atau malam hari, mempersiapkan makan malam.
Apalagi saat ini kami sedang renovasi rumah, sehingga aktifitas harian dirumah menjadi lebih ekstra, karena harus menyiapkan keperluan tukang (snack, air minum, kopi dll) yang biasanya dilakukan istriku. 
Tetapi semua bila dijalani dengan penuh pengertian, semua lancar-lancar, mengalir saja yang akhirnya menjadi alami (jam biologis) ter "setting" dengan sendirinya.
Seperti yang saya ceritakan dalam blog sebelumnya, semua mengalir saja tanpa ada yang harus dikuatirkan, semua akan berjalan dengan sendirinya, semua akan indah pada waktunya. http://piethendro.blogspot.co.id/2018/03/berbuat-baik.html
Kebaikan pribadi dalam anggota keluarga akan membawa dampak yang baik juga bagi anggota yang lain, itu yang kami pahami, proses itu yang sedang kami bangun. 
Selamat berlibur, tetap ceria, tetap sehat, kebahagianmu menjadi kebahagian kami. GBU

Sunday, March 11, 2018

BERBUAT BAIK MENDAPAT KEBAIKAN


"Mas, besok ada teman penulis, seorang Kiai NU dari Sumenep Madura mau menghadiri Jambore Nasional ke 9 Bis Mania Community (BMC) di pantai Ringgung, kita jemput dia dan kita antar ya". Demikian WA dari istriku. Kemudian aku jawab "Ok siap. Hari ini aku ke kantor, karena ada acara Seafood Party, mau persiapan, info saja sudah sampai mana dia, ntar aku jemput". Kebetulan sang kiai sedang melakukan perjalanan dari titik O Sabang dengan menggunakan transportasi bis, dia merupakan seorang kiai, guru, penulis dan sekaligus penggemar bis (bis mania).
Kebetulan mobil kami sedang ada kendala saya coba pakai mobil kantor ternyata masih digunakan menjemput tamu dari Jakarta, sehingga sempat berpikir bagaimana menjemput dan mengantar sang kiai. Tetanggaku yang biasanya siap "direpotin" kebetulan juga lagi pulang kampung sehingga tidak ada pilihan lain harus sewa mobil atau pakai Grab.
Turun di bunderan Radin  Inten, ternyata sang kiai bersama 2 teman lainnya yang juga anggota bis mania, seorang dari Bali yang tinggal di Palembang, seorang lagi dari Muntilan yang tinggal di Sekayu Sumsel. Karena waktu menunjukan jam 14.00 wib dan mereka belum makan siang, mereka kami ajak makan siang di warung mahasiswa Mister Geprek. Warung ini berlokasi di dekat kampus negeri terbesar di Lampung, Unila. Warung yang cukup ramai karena rasaya yang memang enak, harga ekonomis dan lokasinya strategis. Warung ini dikelola oleh pak Aji dengan mempekerjakan anak-anak muda, untuk pagi - sore oleh karyawan, sore - malam dikerjakan oleh teman-teman mahasiswa yang kerja part time. Dengan harapan memberikan pembelajaran bagi siapapun untuk belajar wirausaha, pak Aji juga siap melakukan pendampingan. Bahkan untuk pesanan online (Gofood) disediakan tempat khusus buat mereka untuk menunggu. Kebetulan pemiliknya juga kenal, walau baru sekali bertemu.
Disini hal kebaikan itu muncul, kami di suguhi menu yang sebetulnya tidak ada di warung ini, pindang patin, spesial dimasak buat kami, ayam goreng khas warung ini dan terong tepung goreng sambel yang rasanya uuenaakk (menggambarkan karena sangat enak) sekali dengan minuman dingin dan terakhir kopi. Dan "amazing" nya, ibu warung disebelah (warung bu Wito) menambahi lauk kami dengan ikan goreng. Berenam kami makan dengan lahap, hanya karena kapasitas perut saja yang menghentikan untuk menyantap habis hidangan didepan meja.
Setelah berfoto dengan pemilik, istriku menuju kasir untuk bayar, ternyata dicegah oleh pemilik warung Mister Geprek pak Aji. Dengan kata lain, semua yang dihidangkan dan kami makan tidak harus dibayar alias gratis. Dan selanjutnya, saya diserahin kunci mobil beliau untuk kami pakai mengantar sang kiai dan temannya ke lokasi Jamnas di pantai Ringgung. Saya sempat terdiam sejenak, kok enak sekali memberikan kepercayaan mobilnya untuk kami pakai. "Pakai saja mobil saya, sampai malam juga tidak apa-apa" demikian pak Aji dengan entengnya memberikan kunci mobil kepadaku.
Sebelumnya dalam pertemuan singkat ini banyak kebetulan baik yang kami temukan, pertama salah satu anggota Bis Mania, Wayan (dokter hewan) adalah teman keponakanku waktu kuliah di Kedokteran hewan di Univ Airlangga Surabaya, Bude (demikian kami menyebut) pemilik warung Mister Geprek adalah menggemar tulisan istriku Yuli Nugrahani (seorang penulis, http://yulinugrahani.blogspot.co.id) sehingga sangat "exited" ketika ketemu.