
Sunday, February 07, 2021
LHHH 905, 7 FEB 2021 PANTAI SELAKI

Monday, February 01, 2021
HARI 2, PERJALANAN KE SUOH
Sampai di Suoh kami langsung menuju pos tiket di danau asam. Tiket per orang rp 40.000 untuk pelayanan tiket masuk, perahu, guide.
Perjalanan wajib didampingi guide karena memang lokasinya termasuk wilayah Taman Nasional dan berbahaya. Lokasi merupakan aktifitas aktif vulkanik, air panas, lumpur panas. Jadi untuk itu perlu didampingi guide demi keamanan.
Pertama tama ke Danau Asam, karena memang airnya asam, mengandung belerang, kami menyeberang menggunakan perahu dengan mesin tempel. Pemandangan sungguh2 indah, air danau bening, dikelilingi pohon2 hijau dan langit biru.
Sampai diseberang, perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan setapak disabana ilalang. Dan tidak jauh kami melintas di kawah putih, sebuah kawah dengan luas sekitar 250 m2. Kawah kecil berwarna putih yang kelihatan mendidih dibeberapa titik.
Tidak jauh dari kawah putih kami sampai di keramikan. Sebuah lokasi sumber air panas dan menyembur dan akhirnya mengalir melebar merata sehingga lama lama menjadi seperti lembaran lebar dan seperti pasangan keramik. Ini yang akhirnya disebut keramikan. Di lokasi yang sama juga ada lumpur panas yang menyembur dan kebetulan beberapa hari ini aktif dan menyembur sampai beberapa meter.Spot selanjutnya adalah kawah hitam, kawah kecil berwarna hitam pekat. Dibeberapa titik terlihat seperti lumpur menyembur.Selanjutnya adalah tempat istirahat bagi pengunjung dan petugas. Warung, toilet dan merupakan tempat transit bila akan melanjutkan perjalanan ke danau lebar dengan menggunakan jasa ojek. Kami memilih kembali ke pos tiket melalui jalan yang sama ketika kami berangkat.
Setelah menikmati es cincau dan makan siang kami lanjutkan perjalanan ke Nirwana. Sebuah tempat sumber air panas yang cukup luas. Air menyembur tinggi dan mengalirmelebar sehingga membentuk lembaran2 dataran yang berteras siring tipis. Air menyembur, berasap, langit biru, dikelilingi puncak bukit hijau, sebuah spot yang sempurna. Kami cukip lama berada disini, entah betapa jepretan kamera hp kami untuk mengabadikan spot indah menakjubkan.Dilokasi ini juga ada kolam air hangat, kalau tidak dikatakan agak panas untuk berendam. Bisa menjasi sarana pengobatan penyakit kulit disamping menjadi pemijat alami.
Puas? Pasti belum. Perjalanan kembali ke danau asam untuk selajutnya menuju spot yang tidak kalah indah, Danau Lebar. Sebuah danau dengan air bening dan dari atas bukit begitu sempurna indahnya. Air bening memantulkan birunya langit, hijau pepohonan dan puncak bukit yang mengelilinginya menjadi penyempurna keindahan alami.
Sekali lagi, puas? Belum. Tetapi kami harus beranjak pulang. Lain kali, pada kesempatan lain tempat ini masih jadi daftar destinasi yang perlu dicatat.
Sunday, January 31, 2021
LHHH 904, Villa Ahoy Sukadanaham
Dan nasi kuning, urap, ayam goreng dan kering tempe menjadi pelepas lapar. Kebetulan pak Hadi salah satu team senior berulang tahun ke 70 tetapi tetap bugar, semangat. Oh ya ada juga degan segar tersedia.
Salam On On Lampung Hash
Sunday, January 03, 2021
HARI 1 PERJALANAN KE NEGERI IMPIAN
Sampai di Liwa kami disambut hujan deras, dan memnag hari2 di Liwa sering hujan menjelang sore atau malam hari. Kami sampai di penginapan sederhana yang biasa disebut home stay Piknik Liwa.Setelah istirahat sebentar dan minum kopi asli Liwa, kami lanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yang tidak jauh dari tempat kami menginap. Perjalanan sempat terganggu karena ada escavator yang sedang memberihkan jalan dari matetial longsoran (tanah dan batu). Daerah ini memang rawan longsor, apalagi kalau musim hujan. Tujuan kami adalah sebuah lokasi di kawasan TNBBS yaitu air terjun dan sungai yang merupakan pertemuan aliran air yang bening dan yang keruh. Tempat ini dikenal dengan nama Kubu Perahu. Sayang karena hujan dan waktu berkunjung yang terlalu sore, kami tidak sempat ke air terjun (Sepapah Kiri dan Sepapan Kanan). Tapi masuk ke lokasi ini bagi kami sudah sangat menyenangkan. Kerimbunan tumbuhan, air bersih mengalir, jembatan gantung. Dengan bonus penghuni asli, pacet.
Apalagi makan dipinggir kali, nasi hangat, ikan goreng, tempe goreng dan sambel, mantab sambil ditemani gerimis.
Friday, January 01, 2021
TAHUN 2021 TAHUN HARAPAN
Datangnya tahun 2021 membuka harapan baru terhadap kondisi yang ada. Banyak hal yang terjadi tahun 2020 bisa menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi perjalanan hidup ini. Banyak hal didepan yang mesti dihadapi dengan lebik baik, lebih bijak.
Thursday, December 31, 2020
TAHUN 2020
Tahun 2020 merupakan tahun yang berbeda dengan tahun2 sebelumnya, dimana dunia dihebohkan dengan pandemi covid 19, virus yang membuat banyak perubahan. Baik perubahan fisik maupun psikis. Perubahan perilaku manusia dan membuat manusia dipaksa untuk merubah kebiasaan.
Membatasi interaksi dengan manusia lain menjadi salah satu perubahan yang harus dilakukan. Baik kegiatan kantor, sekolah harus dilakukan secara online (daring).
Manusia diwajibkan untuk selalu menjaga dan meningkatkan imun tubuh. Makan sehat, minum sehat, mengkonsumsi buah, madu, vitamin C dll menjadi sarana untuk itu.
Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak selalu didengungkan untuk dilakukan demi membatasi penyebaran virus ini.
Perilaku virtual menjadi keharusan, belajar, menyelesaikan tugas kantor, rapat bahkan belanjapun menggunakan sarana virtual.
Demikian banyak hal yang terjadi di tahun 2020, baik hal baik maupun buruk. Tahun yang sungguh berat bagi semua kalangan yang terjadi disemua belahan bumi. Banyak yang harus dihadapi setiap orang dengan berbagai masalahnya sendiri.
Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun refleksi atas perilaku pribadi manusia itu sendiri. Tidak semua hal buruk menjadi tembok harapan dihari, minggu, bulan atau tahun kedepannya.
Tahun 2020 segera berlalu dan semoga tahun 2021 penuh harapan setiap pribadi. Semua telah menjadi rencana Tuhan dan akhirnya akan menjadi indah pada waktunya.
Monday, October 19, 2020
LAMPUNG HASH HOUSE HARRIER (LHHH) 4 BOEMI KEDATON
Dan kali ini aku hanya mengambil rute suka suka (hehehe...), tidak mengikuti rute yang telah ditentukan tetapi rute lain yang lebih pendek. Meskipun demikian, rute ini tidak kalah menarik, karena harus melintasi sungai, pepohonan dan juga kampung. Jalan menanjak dan menurun tetap ada.
Thursday, October 01, 2020
Lampung Hash House Harrier (LHHH) 3 Teluk Nipah
Teluk Nipah tidak setenar Pahawang, Pantai Mutun, Pantai Ringgung atau yang lainnya. Namun bila kita sudah mengunjunginya, tidak kalah menarik dan indah pemandangan yang bisa dinikmati.
Kali ini perjalanan LHHH berkesempatan menyusuri keindahan Teluk Nipah. Berada sekitar 62 Km dari kota Bandar Lampung arah pelabuhan Bakauheni, tepatnya berada di area PTPN VII Afdeling Kalianda, desa Bulok kecamatan Kalianda. Bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Hanya saja tidak bisa sampai mendekati pantai, hanya sampai di perkebunan karet PTPN VII. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki dengan medan menurun berbatu. Pernah dibuat jalan lebar tetapi tidak pernah terpakai atau tak terawat sehingga kendaraan tidak bisa melewatinya.Benar. Sungguh pemandangan indah yang kami dapatkan ketika sampai di pantai teluk Nipah dengan pasir putihnya. Sepertinya memang jarang dikunjungi wisatawan karena medannya yang sulit. Tapi bagi kalian yang menyukai petualangan, hiking, cocok bila diagendakan ke tempat ini.
Tidak hanya pantai dengan pasir putihnya, tetapi disisi lain ada pantainya yang berbatu hitam (batu kali). Tidak kalah menarik karena memang ombak yang besar saling bergantian membalikan batu-batu tersebut, dan itu terus-menerus.
Ada beberapa tebing yang menjorok kelaut, hempasan ombak, percikan air laut membuat pemandangan semakin indah semakin menarik. Tetapi bagi pengunjung menjadi perhatian bila berada diarea ini. Tetap fokus pada keamanan dan keselamatan. Ombak akan menghantam batu tebing, jangan hilang fokus ketika melakukan foto-foto, selfie bila hal-hal tidak diinginkan terjadi.
Ada beberapa spot foto yang bagus yang bisa dikunjungi, seperti gua yang bila kena ombak akan memancarkan percikan air. Bunga bunga liarpun menarik untuk diabadikan. Atau kayu /pohon kering juga bisa menjadi latar foto yang bagus.
Menyusuri pingiran pantai sampai pada ujung yang tidak lagi bisa kita lewati, dimana ada terowongan yang dapat menjadi spot foto/video yang bagus. Perjalanan terhenti disini karena memang tidak bisa dilewati lagi. Untuk kembali pulang, bisa melewati jalan setapak sedikit terjal dengan pegangan tali. Cukup terjal, tapi tetap aman bila berhati-hati. Dan tidak terlalu jauh keatas sudah sampai keperkebunan karet dan tujuan awal (parkir kendaraan).
Kesimpulannya, Teluk Nipah bisa menjadi destinasi wisata petualangan yang menarik untuk dipertimbangan dalam agenda perjalanan wisata.
Tuesday, September 29, 2020
Lampung Hash House Harrier (LHHH) 2 Puri Gading
Kali ini LHHH start dari pantai Puri Gading, seperti biasa setelah berfoto bersama, perjalanan dimulai menyusuri jalan sisi pantai perumahan Puri Gading, dilanjutkan menyeberang jalan raya dan masuk ke jalan desa sekitaran perumahan Puri Gading. Sekitar setengah jam menyusuri jalan kampung kami mulai masuk ke jalan setapak yang menanjak yang sebelumnya menyeberang jembatan gantung.
Kami (aku dan Yuli) berada di tengah peserta LHHH, tetapi karena medan yang cukup menanjak, membuat mereka mulai sejenak berjalan, sejenak istirahat, tetapi kami justru berjalan perlahan tetapi terus berjalan. Yang akhirnya kami berada didepan atau setidaknya diurutan depan dibelakang beberapa bapak-bapak yang sudah mendahului kami.
Tanjakan yang cukup berat membuat menjadi alasan peserta banyak teringgal, kami terus mengikuti petunjuk yang telah dibuat dengan yakin berjalan berdua. Dan sesi foto baik selfie, foto bunga, tanaman dll tetap kami lakukan sambil berharap ada teman yang menyusul kami.
Kali ini perjalanan kami melewati kebun melinjo, kakao, duren, duku, walau sebagian besar memang pohon melinjo. Membayangkan mereka, petani pemilik atau pengurus kebun harus berjalan menanjak dan sejauh itu untuk mengurus kebun atau panen. Ada beberapa pondok yang mereka buat untuk istirahat, kami membayangkan sekali-kali kami juga ingin menginap dipondok itu, apala
gi kalau sedang musim durian.
Sebenarnya kami berjalan tidak terlalu cepat, tetapi tidak seorangpun peserta yang mendahului, bahkan kami sempat berbincang dengan pemilk kebun sambil menunggu teman yang lain. Pemilik kebun bercerita bahwasannya dulu berkebun kakao, tetapi sekarang berganti bertanam melinjo, durian dan bahkan pisang karena lebih menguntungkan. Pondoknya sangat bersih dan luas, tertarik kami untuk suatu saat kesini kembali ketika musim durian.
Walau sebagian besar melintasi kebun melinjo tetapi ada sisi lain yang ditanami jagung (sudah panen), yang tingginya tidak terlalu tinggi, dan ini membuat kami bisa melihat sisi bukit yang lain jadi kelihatan lebih jelas dan pemandangan ini tidak kami sia siakan untuk diambil dokumentasinya.
Lampung Hash House Harrier (LHHH 1) Way Lima - Pesawaran - Lampung
Bagiku beraktivitas diluar ruang tidak asing lagi, hanya saja setelah sekian tahun tidak melakukannya, menjadi pertanyaan dalam hati, seperti apakah medannya, naik, turun, terjal dll, apakah aku masih kuat? Tetapi melihat peserta yang mengikuti kegiatan ini umumnya berumur diatas 50 tahun memastikan akupun bisa.
Perjalanan dimulai jam 07.15 menit, kami harus melewati jalan diantara perkebunan karet milik PTPN VII, diawali denga jalan rata sedikit menanjak dengan sesekali lewat sepeda motor milik penyadah karet yang melewati kami. Mereka biasa menyadap karet pagi hari. Dan sesekali juga saya lihat ada komunitas sepeda gunung yang melintas. Jadi bukan kami saja yang beraktivitas disini tapi juga ada komunitas olahraga luar ruang yang lain yang juga menggunakan area ini untuk kegiatan rutin. Perjalanan dua jam pertama kami melintasi kebun karet, sesekali bertemu dengan penyadap karet, menyapamereka sungguh menyenangkan sejenak melupakan keringat yang sudah membasahi sebagian bajuku.
Untuk aktivitas ini ada beberapa petunjuk yang dibuat, pertama adalah titik 3 berwarna merah untuk menandai jalur, yang kedua potongan kertas pada jalur yang bila ada disebelah kiri artinya arah perjalanan sudah benar, dan yang ketiga arah panah warna merah untuk menunjukan arah yang benar.
Untuk LHHH di Way Lima dibuat dua jalur, jalur pendek dan jalur panjang, dimana jalur pendek akan memotong sebagian jalur panjang (potong kompas). Kami (aku dan istriku Yuli) kali ini ambil jalur panjang (sekitar 8 km) dan kami berada di urutan depan, sebagian besar ada dibelakang kami. Menikmati alam, pohon, bunga, rumput, penyadap karet dll sangat menyenangkan dan kami tidak lupa mengabadikan dengan kamera ponsel.
Melintasi sungai menjadi kegembiraan tersendiri bagi kami, karena menjadi kenangan masa kecil, bermain air, melempar batu dan tidak lupa foto foto. Sambil menunggu teman yang lain menyusul kami tetapi tak seorangpun yang menyusul kami, kami kira mereka tertinggal jauh dibelakang, sehingga berlama-lama disungai sangat menyenangkan apalagi bertemu dengan teman teman komunitas sepeda yang juga sedang beristirahat.
Perjalanan dilanjutkan kembali masuk kedalam jalur perkebunan karet walau tetap dipinggiran sungai, dan sekali lagi sesi ambil foto tetap berjalan. Sempat hampir nyasar, ketika ada tanda merah lain, tetapi setelah diteliti kami berada di jalur yang benar kembali.
Dan kami sampai di tepat finish kembali di kantor PTPN VII sekitar jam 12, tetapi teman teman yang lain sudah pulang. Dan ternyata mereka mengambil jalur pendek sehingga kami yang berada didepan justru sampai terakhir, hehehehe...
Perjalanan melelahkan yang menyenangkan. Olah raga, rekreasi.
Monday, April 22, 2019
DOA WASIAT
I. Doa Kepada Salib Suci Kristus
Terpujilah Tuhan Yesus Kristus,
Yang wafat di kayu salib,
disalib untuk dosa kita.
Kristus Suci yang disalibkan, mohon selalu beserta kami;
Kristus Suci yang disalibkan, mohon perlindungan;
Kristus Suci yang disalibkan, Kau adalah terang Abadi untuk keluarga kami;
Kristus Suci yang disalibkan, lindungilah kami dari senjata tajam;
Kristus Suci yang disalibkan, datanglah di akhir perjalanan hidup kami;
Kristus Suci yang disalibkan, lindungilah kami dari godaan dalam menghadapi maut;
Kristus Suci yang disalibkan, lindungilah kami dari malapetaka;
Salib Suci Kristus kami luhurkan di Kau,
O Yesus dari Nazareth yang disalib,
dan lindungilah kami dari seteru jahat yang terlihat, dan tidak terlihat,
sekarang dan selama-lamanya.
II. Doa untuk Menghormati Yesus Kristus yang Mati DiSalib
Untuk menghormati kebajikanNya yang Ilahi,
sehingga dapat membawa kita ke kehidupan abadi yang luhur;
Sesungguhnya, bahwa Yesus lahir pada malam Natal;
Sesungguhnya, bahwa Yesus dikhitankan pada hari Senin;
Sesungguhnya, bahwa Tiga Raja memepersembahkan pujaan-pujaan pada hari ke-13;
Sesungguhnya, bahwa Yesus disalibkan pada hari Jumat Suci;
Sesungguhnya, bahwa Nikodemus dan Yusuf mengambil Yesus dari Salib, dan menguburnya;
Sesungguhnya, bahwa Yesus naik ke Surga.
Begitulah Tuhan akan melindungi kami sekarang sampai di akhirat.
O, Bapa yang ada di Surga,
di dalam tanganMu kami menyerahkan jiwa kami:
Yesus, Maria, Anna;
Yesus, Maria, Yosef;
Yesus, Maria, Yoakim;
O, Tuhan Yesus Kristus,
Karena kesengsaraan yang Kau alami di Kayu Salib;
terutama takala jiwaMu akan meninggalkan tubuhMu,
Kasihanilah jiwa kami jika Ia akan meninggalkan dunia ini.
O, Yesus berilah kami tekad untuk memanggul salibku dengan diKau,
dan ajarilah kami untuk mengganggap kesengsaraan sebagai anugrah,
agar kekuasaan Bapa menutupi kami,
kebijaksanaan Putra memberkati kami;
Kesucian Roh Kudus melindungi kami,
agar Tritunggal Suci menerima kami dan
membawa kami ke kehidupan kekal.
Amin.
III. Kepada Bunda Yesus dari Hati Suci Yesus
Ingatlah, O Bunda dari Hati Kudus,
Yang mempunyai pengaruh tak terhingga atas PutraMu Yesus Kristus,
dengan penuh harapan kami mohon perlindunganMu.
O... O... ibu dari Yesus,
sumber abadi suci,
yang dapat kaualirkan kepada para umat yang berisi kekayaan cinta kasih,
kebijaksanaan, terang dan keluhuran,
kami mohon ...
kami tidak ditolak,
karena kau Ibu kami.
O, ibu yang manis dari Hati Suci Yesus,
kabulkan permohonan kami.
Amin.
















































