Monday, May 17, 2021

LHHH 909, 18 APRIL 2021 GALANGAN KAPAL AVEN, MUTUN

Meeting point beberapa minggu lalu sudah kami adakan, tapi karena ada permintaan dari beberapa teman untuk hash di lokasi ini, maka diputuskan 18 April 21 hash di pantai Mutun ini. 

 

 

 

Pagi ini cerah, berkumpul sebagian anggota komunitas walau beberapa anggota yang puasa tetapi tidak menyurutkan semangat untuk beraktifitas dilokasi ini. Karena memang lokasi ini menjadi salah satu favorit, pemandangan indah laut menjadi daya tarik kuat. 









Wilayah ini dikenal masyarakat dengan wisata pantai Mutun, jarak dari kota Bandarlampung tidak terlalu jauh dan pasir putihnya menjadi andalan wisata Lampung. Hari Libur dan hari raya tempat ini akan penuh dengan wisatawan lokal dari Lampung maupun Sumatera Selatan. Akses juga mudah dan sudah bagus, serta fasilitas sudah termasuk lengkap.
Tapi kami tidak ketujuan pantai Mutun, melainkan ke sisi lain wilayah ini yaitu pantai Hurun, dimana tempat ini hanya bisa dikases dengan jalan kaki atau menyewa perahu. Dimana pantai ini juga sedang dibangun hotel bintang 4 atau 5. Tanjakan juga tidak terlalu curam dan panjang. Jadi cocok kegiatan hash dengan tujuan wisata alias foto foto. 

Pemandangan dari atas bukit sungguh bagus dengan warna laut biru, langit biru. Perjalanan juga melewati kebun pisang yang menambah asiknya perjalanan kali ini. Dan spot dari perbukitan menjadi arena sepuasnya mengambil foto sebelum akhirnya turun ke pantai dengan pasirnya yang putih.

Melewati tebing yang memang sudah ada jalan yang sudah dibuat penduduk, pemandangan dipinggir laut ini sungguh sungguh indah. Akses yang hanya dengan jalan kaki atau perahu, menjadikan lokasi ini jarang dijadikan tujuan wisata, sehingga, kebersihan dan sepi pengunjung menjadi hal yang mengasikan untuk menikmati seluruh pemandangan tanpa diganggu pemandangan orang orang yang sedang mandi atau berenang. Kami hanya menikmati pemandangan, untuk berenang sebenarnya tempat ini cukup aman. 

Kegiatan kali ini ditutup makan siang dengan menu nasi bakar ayam dan cumi. Sungguh saat yang tepat disaat perut perlu diisi.

Calling all Runners and Hashers 👣👣
LAMPUNG HASH HOUSE HERRIERS
RUN # 909
==================
📍 Galangan kapal Aven, Mutun
📆 Minggu, 18 April 2021
🕖 07.00 WIB
Hare : Cin Tiong, Amiruddin, Alung, Fen Liong n Catherine.
Run Fee (non member) : Rp 25.000
==================
FUN - FITNESS - FRIENDSHIP
😍N 😍N 🏃🏃

LHHH 912, 9 MEI 2021 VIHARA BUDDHA BHAISAJYAGURU GRHA

Kembali komunitas LHHH berkegiatan rutin mingguan, kali ini meeting point di Vihara Buddha Bhaisajyaguru Grha dengan alamat Jl. Raya Suban, Pidada, Kec. Panjang, Kota Bandar Lampung, Lampung 35241 https://goo.gl/maps/8Xy6zT2nHrSZZKxZA.
Vihara yang lokasinya diatas bukit ini sungguh tempat yang indah, dimana kita bisa melihat luas pelabuhan Panjang. lokasi yang luas, pohon peneduh juga banyak tumbuh disini, tempat yang pas untuk meeting point.
Kali ini peserta sekitar 20 orang, karena masih bulan puasa dan sebagian teman mencari lokasi hash ditempat lain untuk memecah kerumunan yang lebih banyak. Diawali dengan perkenalan  peserta baru 2 orang pensiunan dokter yang memang sudah lama kami ajak bergabung.
Dan tepat jam 07.00 wib dimulai perjalanan dengan tanjakan yang cukup curam, kami harus berpegangan akar, ranting pohon untuk mendakinya. setelahnya dilanjutkan jalan setapak yang tidak terlalu curam menanjak melewati beberapa rumah warga sebelum masuk ke area perkebunan. Kebun pinang dengan pohonnya yang tinggi menjulang menjadi sarana untuk berfoto ria.
Sempat keluar jalur karena asik ngobrol dan menikmati perjalanan tanpa melihat tanda yang sudah dibuat. Pohon tinggi yang instagramable menjadi alasan tidak fokus teman yang paling depan. Kembali menyusuri jalan setapak sampai menemukan kembali kertas atau tanda titik 3 dipohon, perjalanan dilanjutkan.
7,19 Km telah dilewati dengan kegembiraan walau keringat menetes, tanjakan, turunan, sungai kecil kali ini mewarnai perjalanan LHHH. Dan seperti biasa kegiatan ditutup dengan makan siang, kali ini menu nasi uduk bihun dan telor bacem plus krupuk menjadi menu yang mengenyangkan sekaligus menghentikan bunyi perut keroncongan sepanjang jalan.







 

 

 

 

 

 

Calling all Runners and Hashers 👣👣
LAMPUNG HASH HOUSE HERRIERS
RUN # 912
==================
📍 STIAB JINARAKKHITA & BUDDHA BHAISAJYAGURU GRAHA Panjang.
📆 Minggu, 09 Mei  2021
🕖 07.00 WIB
Hare : Cin Tiong, Amiruddin, Alung, Akwet, Lukman Said, Fen Liong
Run Fee (non member) : Rp 25.000
==================
FUN - FITNESS - FRIENDSHIP
😍N 😍N 🏃🏃👣👣





LHHH 910, 25 APRIL 2021 CITRA GARDEN (KO MUHAU)

Masa pandemi yang terus berjalan tanpa tahu kapan berakhir menyebabkan banyak perubahan perilaku manusia. Dan lebih banyak di rumah menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terpapar covid 19. Tapi sampai kapan? Belum diketahui sampai kapan. Perilaku ini menyebabkan kebosanan, stress, atau bahkan melemahkan imun tubuh. 

 

Melakukan kegiatan ruang diantaranya menjalani kegiatan jalan sehat dialam dengan medan naik turun bersama teman teman komunitas LHHH menjadi salah satu cara yang bisa kami lakukan. Kegiatan setiap hari Minggu pagi menyusuri lembah dan bukit menyeberangi sungai. Menjadi perhatian sebelumnya, kondisi badan dipastikan sehat dan fit. Protokol kesehatan tetap dijalankan untuk preventive penularan virus ini. 

Kali ini kami memilih meeting point di rumah Ko Muhau di Citra Garden. Seperti biasa berkumpul dan perjalanan dimulai jam 07.00 wib. Peserta kali ini tidak terlalu banyak karena memang masih masa puasa juga beberapa teman yang berkegiatan di lokasi lain untuk memecah kerumunan yang bersamaan.

Mengajak teman untuk melakukan kegiatan ini, dua orang teman (suami istri) mengajarkanku untuk bersabar menemani mereka, mengajari mereka tanda atau simbol sebagai penanda jalur yang benar. Cacahan kertas dan titik 3 menjadi pengantar perjalanan start dan finish. 

Dan seperti biasa bonus kegiatan ini adalah pemandangan alam yang kami lewati menjadi salah satu sarana untuk mengabadikannya dengan kamera handphone. Tentunya tanaman, vegetasi juga menjadi sasaran background foto kami. 

Keceriaan, candaan menjadi penyemangat perjalanan ini, tanjakan jadi tak terasa ketika teman teman saling memberikan semangat dan menemani juga bila ada yang kelelahan untuk sejenak istirahat. Pertemanan sangat dirasakan disini.

Kegiatan LHHH kali ini ditutup makan siang dengan menu pecel madiun yang begitu nikmat.




Calling all Runners and Hashers 👣👣
LAMPUNG HASH HOUSE HERRIERS
RUN # 910
==================
📍 Rmh ko Muhau Citra Garden
📆 Minggu, 25 April 2021
🕖 07.00 WIB
Hare : Cin Tiong, Amiruddin, Alung, Lukman Said.
Run Fee (non member) : Rp 25.000
==================
FUN - FITNESS - FRIENDSHIP
😍N 😍N 🏃🏃👣👣

Saturday, May 08, 2021

RUMPUT DAN RESAPAN

Memiliki rumah dengan halaman luas menjadi impian setiap orang. Bayangkan rumah, halaman luas penuh dengan bunga, tanaman. Beruntung kami memiliki rumah dengan lebar tanah yg cukup apalagi diperumahan, masih bisa menanam pohon kelengkeng, jambu jamaika, jeruk, bunga bunga bahkan tanaman pisang. Itupun masih ada keinginan untuk menanam tanaman lain yang lebih banyak dan bervariasi.

Kebanyakan tetangga membangun dengan luasan tanah yang hampir penuh dengan bangungan fisik tanpa menyisakan area untuk bertanam apalagi area resapan air.

Kami, masih memiliki area resapan di belakang rumah, tepatnya antara dapur terbuka dan area ruang tengah. Serta area depan juga masih bisa untuk bertanam.

Dan akses jalan rumah kami merupakan akses utama, jalan cukup lebar dan bahu jalan sekitar 1,4 meter di samping kanan kiri jalan rata2 dilakukan pengerasan jalan (diplester). Secara visual bersih, rapi. Tetapi plester seperti itu tidak kuat sehingga retak, mengelupas dan juga mengganggu resapan air.

Untuk itu, kami memilih menggunakan paving block yang berlubang. Dan menanami dengan rumput. Hijau, bersih, kuat dan tentunya air hujan tidak terbuang percuma ke parit tetapi kembali meresap kedalam tanah yang nantinya menjadi sumber sumur. 

Friday, May 07, 2021

MENEMUKAN KEMBALI CINTA

Diminta untuk membantu animasi acara pembekalan dan rekoleksi pasu

tri pendamping keluarga menjadi tantangan tersendiri. 

Kali ini Unit Pastoral Jati Baru Lampung Selatan mengadakan pembekalan dan rekoleksi pendamping keluarga tanggal 1 - 2 Mei 2021 di aula Gereja St. Paulus Jati Baru. Bersama tim Komkel Keuskupan Tanjung Karang kami bersama berproses untuk lebih baik membina keluarga keluarga dengan sarana pembekalan bagi pendamping keluarga. 

Dengan tema "menemukan kembali cinta keluarga Katolik ditengah godaan dan tantangan zaman". Peserta 18 pasangan dengan umur perkawinan 0 - 10 tahun. 

Kali ini kami (Pasutri Hendro - Yuli) diminta untuk animasi (lagu, gerak, pertanyaan) untuk mengantar pada sesi materi selanjutnya. Juga untuk memecah kejenuhan, mengembalikan semangat setelah mengikuti sesi.

Selain animasi, kami juga diminta untuk sharing tema cinta, dimana kami sharing perjalanan cinta kami dari awal pertemuan sampai pada umur pernikahan yg ke 21 tahun. Sebuah perjalanan naik turun gejolak cinta yang terus mencari dan menemukan idealnya hubungan suami istri.

Walau kami bertugas  animasi dan sharing, tetapi justru disini juga kami tutut belajar dengan beberapa hal pemamaparn materi oleh Rm. Supri dan sharing beberapa pasutri.

Live ini ditempat ini sungguh2 memberikan pengalaman baik bagi kami. Menginap di rumah salah satu warga, ngobrol dengan disuguhi jahe hangat dan singkong rebus + goreng dan peyek renyah. Rasa kantuk yang membawa kami pamit untuk istirahat tidur, setelah bercerita banyak hal dengan keluarga yang kami tinggali.


Sunday, February 21, 2021

LHHH 907, 21 FEB 2021 JELAJAH PANTAI MUTUN, MUTIARA, TELUK PANDAN

Kesempatan kali menjelajahi pantai Mutun, pantai Mutiara dan Teluk Pandan.


Diawali pagi yang cerah di villa Afeng, dok kapal di pantai Mutun membangkitkan semangat kami untuk meng explore kawasan pantai dan bukit. Menyusuri jalan berbatu, perkampungan dan masuk ke lokasi pembangunan hotel cottage pak Tomo.

Jalan beton menanjak menuju proyek pembangunan hotel cukup melelahkan, akan tetapi lokasi diperbukitan yang bisa melihat sekitar, bukit hijau dengan latar langit biru mengobati keringat yang keluar. Sungguh indah.

Di lokasi proyek kami disambut seekor siamang peliharaan tetapi dilepas liarkan. Memaksa ikut dalam perjalanan kami, siamang sempat ngandoli kakiku tidak mau melepaskan.

Kali ini jalan setapak cukup menanjak tajam, tetapi karena jalan dibuat zig zag maka tidak terasa melelahkan. Apalagi kebun jagung, pisang menjadi pemandangan kanan dan kiri kami.

Dan dipuncak bukit sudah kelihatan laut biru walau masih terhalang tanamab pisang. Perjalanan 15 menit kemudian, pemandangan laut biru dengan latar lagit biru sungguh2 mempesona, sangat indah.

Waktu yang tepat ditempat yang tepat pula. Warna langit dan laut benar2 biru cerah menjadikan pemandangan yang sangat menakjubkan. Tak jemu jemunya kami mengambil gambar untuk mengabadikannya.

Puas dipuncak bukit, kami turun ke pantai, dan benar, pasir putihnya bersih, ombak kecil sangat cocok menjadi tempat rekreasi keluarga. Tapi untuk ke tempat ini mesti menyewa perahu atau jalan kaki seperti kami.

Instagramable, itu yang bisa disematkan dipantai ini. Aku tanyakan penduduk setempat, namanya pantai Ceper. Tidak ada wisatawan yang berkunjung karena akses jalannya rusak, licin berlumpur. 

Kembali aku katakan, pantai pasir putih yang bersih, laut biru dengan riak ombaknya serta latar langit biru sungguh kombinasi yang sangat pas diwaktu yang pas pula.

Disamping itu, lokasinya sejuk banyak pepohonan dan pohon kelapa juga banyak tumbuh di lokasi ini.


Puas istirahat, minum degan, ambil gambar, perjalanan dilanjutkan kembali ke lokasi parkir yang menjadi meeting point kami. Dan kali ini bakso tahu menjadi santapan siang pengusir lapar.

Sisi lain pantai Mutun yang memang sudah dikenal masyarakat. Bahkan justru lebih bagus dan enak untuk bersantai bersama keluarga 

Tuesday, February 16, 2021

LHHH 906, 14 FEB 2021, CURUG KUDUS

Tidak jauh dari kota Tanjungkarang, sekitar 35 menit perjalanan dengan kendaraan roda 2 atau 4 kearah wisata Boemi Kedaton. Dari pertigaan belok kiri ke arah Talang Mulia sekitar 6 km sampai di tempat parkir. 

Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri tanjakan, tidak terlalu terjal tetapi cukup panjang. Perjalanan tidak terasa melelahkan karena dikanan maupun kiri tanaman kopi, durian, coklat menjadi
pemandangan indah. Jalan setapak berbatu,kadang juga menjadi jalan pekebun dengan motor roda 2 yang telah dimodifikasi. Motor dengan ban yang dikasih rantai menjadi andalan transportasi untuk mengangkut hasil kebun.

Tanaman kopi dominan dalam perjalanan ini disamping tanaman lainnya (coklat, durian, pinang, aren dll). Dan kali ini sedang berbuah tetapi belum siap panen karena masih hijau.

Jalan terus menanjak dan licin karena memang basah akibat hujan semalam. Kabut juga mengiringi perjalanan kami. Sebentar terang, sebentar kemudian kabut turun.

Sampai pada tempat (pondok) pekebun, perjalanan kami mulai menurunin bukit. Tidak kalah licin, beberapa teman terpeleset jatuh. Sampai ada yang harus istirahat agak lama untuk menjaga keseimbangan setelah terjatuh.

Dan dari jalur utama menyimpang sekitar 50 meter air terjun (curug) Kudus menjulang tinggi dihadapan kami. Ketinggian sekitar 35 meter dengan airnya yang bersih membuat kami sejenak melupakan jalan yang licin, keringat yang menetes. Sebuah air terjun yang sangat indah yang tersembunyi, jarang dikunjungi. 

Akses yang sulit dan belum dikelola dengan baik oleh pemerintah, mungkin menjadi alasan curug Kudus jarang dikunjungi wisatawan. Padahal keindahannya dan segarnya air sungguh2 sangat menantang untuk dijadikan andalan wisata alam Lampung.

Perjalanan menyusuri kebun kopi dan air terjun Kudus bisa juga dikombinasikan ke Teropong Bintang atau biasa disebut Trobin. Tetapi demikian juga, akses jalan masih tanah merah walau lebar jalan sudah mencapai 8 meter.