Sunday, July 10, 2022

LHHH RUN 967, 10 Juli 2022, VILA KO I HONG

HASHY BEERDAY RUN

Mendung menyelimuti langit Bandarlampung pagi ini, dan beberapa wilayah turun hujan. Namun sinar Mentari terlhat menyelip diantar awan disisi timur. Bagi Sebagian orang merupakan saat tepat untuk tinggal dirumah menikmati libur hari Minggu. Tetapi bagi kami, komunitas Lampung Hash menjadi saat yang mesti terus bergerak untuk beraktifitas pagi bersama teman-teman.

Bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1443 H yang dirayakan oleh pemeluk agama Islam di dunia, jalan yang kami lalui menuju meet point terlihat lengang, sepi. Mereka bersiap untuk melaksanakan ibadat sholat di masjid.

Tidak banyak member yang hadir kali ini, teman-teman yang muslim memang sedang merayakan Idul Adha sedang beberapa teman sepertinya melihat cuaca yang mendung dan dibeberapa wilayah hujan sehingga tidak hadir.

Diawali dengan perayaan ulang tahun bagi teman-teman yang pada bulan Juni berulang tahun. Menjadi tradisi setiap run Minggu setiap bulannya untuk merayakan ulang tahun bagi yang berulang tahun pada bulan tersebut sebgai bentuk perhatian, kebersamaan, berbagi kegembiraan dan kebahagiaan. Pesta kecil dengan sajian kue bolu, bir, kue tart dengan lilin lilin kecil diatasnya dengan diiringi lagu selamat ulang tahun. Selamat Ulang Tahun bagi teman teman yang berulang tahun, semoga tetap sehat, sukses, gembira, Bahagia bersama keluarga dan selalu diberkati Tuhan.

Mendung tetap menyelimuti langit dan cahaya Mentari terselip diantaranya, kami mulai kegiatan ini jam 07.30 wib menuju jalan raya Imba Kesuma yang akhirnya masuk ke kebun pisang melintas jalan yang sudah di hare (survey) 2 hari sebelumnya.

Melintas kebun pisang dengan jalan setapak licin mesti menjadi perhatian dan hati hati untuk menghindari terpeleset atau terjatuh. Basah dedaunan, rerumputan sungguh membuat udara segar terasa bagi kami. Pohon-pohon tinggi (durian, duku, melinjo dll) juga menyiapkan oksigen segar bagi kami untuk dihirup dan nikmati.

Kembali masuk keperkampungan, kami lihat aktifitas warga yang sedang menuju ke Masjid untuk melaksanakan shalat pada hari raya Idul Adha. Menyapa mereka, melihat senyumnya serta canda anak anak mengisyaratkan ketentraman hidup dipedesaan.

Lampung terutama Bandarlampung banyak memiliki destinasi wisata yang cukup banyak dengan didominasi wisata pantai, namun disini kami juga melewati (ada juga yang mampir, masuk kelokasi) beberapa lokasi wisata yang mungkin tidak banyak dikenal namun baik untuk menjadi tujuan alternatif wisata keluarga. Diantaranya wisata Pesona Alam Cibiah, sebuah wisata alam buatan yang menawarkan berbagai fasilitas camping ground, outbound dan tentunya menyediakan spot foto yang bisa digunakan untuk diupload ke medsos. Lokasinya tidak jauh dari kota Bandarlampung, koordinat, H676+9G2, Jl. Wan Abdurrahman, Batu Putuk, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung 35234. Pesona Alam Cibiah menjadi tujuan beberapa teman hasher yang memilih untuk short run.

Dan tidak jauh dari wisata Pesona Alam Cibiah kami melewati lokasi wisata Banyu Pedtuk (Banyoe Pethoek) atau kalau dalam Bahasa Jawa bisa diartikan air ketemu (bertemunya 2 aliran sungai). Lokasinya dengan koordinat H655+F3V, Batu Putuk, Kec. Tlk. Betung Bar., Kota Bandar Lampung, Lampung 35234. Menawarkan lokasi camping ground dan bermain air disungai yang jernih serta bisa dinikmati dengan sejuknya udara pengunungan. Di lokasi ini juga ada Suhita Bee Farm, yang bisa dikunjungi.

Perjalanan kami lanjutnya dengan melewatkan untuk masuk ke wisata tersebut menuju ke pekebunan dan bukit yang menanjak. Melewati kebun kakao, pisang, melinjo, dll dan tentunya menyeberangi beberapa sungai kecil dengan ainya yang jernih. Hanya 10 orang yang mengambil pilihan long run kali ini. Namun tidak mengurangi semangat untuk terus melintas bukit, menuruni bukit.

Untuk rute ini perlu diperhatikan, ada beberapa lokasi yang ditumbuhi pohon jelatang, yang daunnya kalau sampai bersentuhan dengan kulit akan terasa terbakar. Beberapa hasher sudah pernah mengalaminya dan mengingatkan kami untuk berhati-hati.

Tanjakan memang mesti disiasati agar tidak terlalu menguras energi, dengan cerita, candaan, tertawa bersama menjadi salah satu cara sedikit melupakan keringat yang mengucur dan nafas yang terengah-engah, “menges”. Berbeda ketika berjalan sendiri dengan berjalan bersama ramai-ramai, suasana kebersamaan ini menjadikan jarak dan waktu tidak akan terasa. Membayangkan jarak 8 km, 10 km sepertinya mesti dilakukan dengan mengendarai kendaraan  bermotor. Namun dengan berjalan bersama melintas bukit jarak sekian tidak terasa bisa kami lalui dengan baik.

Di meet point sudah banyak yang datang terutama hasher yang mengambil rute suka-suka atau short. Dan kami disambut dengan sajian siang sebagai penutup hash minggu ini yakni Mie ayam Susi yang tersaji pas, lapar, lelah dan tentunya makan bersama. Bagi teman-teman yang mau mencoba menikmati mie ayam Susi bisa kontak di no 0813 6948 9777.

Terima teman-teman hasher atas kebersamaan hari ini dengan penuh persahabatan. Dan tentunya bagi teman teman hasher yang beragama Islam kami ucapkan

Semoga Anda merayakan Idul Adha yang menyenangkan dan diberkati dengan banyak tawa, kegembiraan, dan kesehatan yang baik!

Semoga Allah memberi Anda dan keluarga Anda kehidupan yang damai dan sejahtera. Semoga berkah Allah tidak pernah meninggalkan sisi Anda. Mengucapkan selamat Idul Adha.









 




Sunday, May 29, 2022

LHHH RUN 961, 29 MAY 2022, BUKIT TENTREM BATUPUTUK

HARI LANJUT USIA NASIONAL RUN

Lansia Sehat, Indonesia Sehat

Bukit Tentrem (kami lebih mengenal dengan villa Pak Octa) berada tidak jauh dari kota Bandarlampung, merupakan tempat pribadi yang dibangun atau dikembangkan sebagai villa dengan bangunan rumah panggung dari kayu. Berada disini sungguh sungguh terasa tentrem, area 18 ha dengan banyak variasi tanaman buah maupun tanaman keras.

Satu bangunan utama (rumah panggung kayu) dan beberapa rumah untuk penjaga dikelilingi tanaman pohon buah diantaranya, jambu, durian, rambutan, alpukat, kelengkeng, pisang dll. Dan tentunya halaman yang luas dengan ditanami rumput, sungguh terasa nyaman berada disini. Pemandangan lembah, puncak bukit dan tentunya pemandangan laut dan sebagian kota Bandarlampung bisa dinikmati dari bukit Tentrem.

Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 menuju daerah Batu Putuk, dimana sebagian masyarakat Lampung sudah banyak mengenalnya dengan beberapa destinasi yang berada disekitarnya, Bumi Kedaton, Wira Garden, Lembah Durian, Taman Kupu-kupu Gita Persada, Taman Rusa, Lengkung Langit. Lokasi Bukit Tentrem setelah Bumi Kedaton kearah kanan sekitar 500 meter.

Lampung Hash House Harrier (LHHH) menjadikan Bukit Tentrem menjadi salah satu meet point andalan karena rute yang bisa dipakai banyak pilihan , termasuk kali ini Run 961, dan dipastikan member yang hadirpun banyak. Cuaca juga mendukung, langit berawan tipis dengan warna biru dibeberapa bagian.

Bertegur sapa, saling menyapa menjadi bagian keakraban setiap hasher yang hadir, apalagi ada yang baru hadir setelah beberapa pekan tidak bisa mengikuti aktifitas ini. Absen juga menjadi hal penting untuk memastikan berapa hasher yang hadir untuk kesiapan makan setelah kegiatan dan tentunya memastikan kegiatan dimana hasher sampai di meet point denga naman dan selamat.

Foto bersama menandakan kegiatan run segera dimulai. Dan sesi ini sungguh menarik karena menjadi sarana dokumentasi dan mengungkapkan gaya dan model untuk pose dan gambar terbaik. Pemandangan rumah panggung kayu bukit Tentrem menjadi latar belakang yang pas dan tentunya menambah estetika foto bersama yang bagus.

Beberapa teman memilih rute suka-suka namun banyak juga yang memilih rute medium maupun long. Untuk rute suka-suka bisa menyusuri area luas bukit Tentrem yang konturnya naik-turun yang juga akan banyak menguras tenaga dan keringat.  Untuk yang rute medium, long dimanjakan sementara jalan semak yang menurun sebelum akhirnya menyeberangi sungai kecil dan jalan menanjak menuju lokasi wisata Kehati. Disini teman-teman hasher terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu mengikuti rute yang sebelumnya di survey oleh team hare, kemudian kelompok yang memilih disekitar wisata Kehati dan kelompok (berempat) menuju area air terjun Batuputuk.

Kami memilih menuju wisata air terjun Batuputuk, melewati wisata Kehati kemudian turun melintasi jalan paving berundak yang benar-benar licin karena basah, berlumut. Disini harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset atau terjatuh. Air terjun Batuputuk tidak terlalu tinggi, sekitar 20-30 meter, namun suasana sekeliling dengan pohon-pohon rindang alami sungguh menjadikan air terjun ini indah, adem, asri. Aliran air dari air terjun ini kemudian akan bertemu dengan sungai yang bersumber dari sisi lain gunung Betung.

Air terjun Batuputuk untuk saat ini sepertinya jarang didatangi pengunjung, mungkin karena jalannya yang masih perlu pembenahan dan menambahkan beberapa fasilitas penunjang. Namun bagi yang suka tantangan lokasi ini sungguh menjadi salah satu tempat yang bisa dijadikan tujuan wisata alam dengan sedikit tantangan.

Setelah sesi foto-foto dari berbagai sisi, kami kembali beranjak pulang, dan pastinya jalan paving basah, licin dan tinggi-tinggi menjadi satu-satunya pilihan.

Di area wisata Kehati kami bertemu kelompok lain yang ternyata mengambil rute disekitaran wisata Kehati. Juga bertemu Kembali dengan hasher yang mengambil rute long. Jadi tiga kelompok bertemu untuk melanjutkan perjalanan pulang Kembali ke meet point melewati kebun kakao yang menurun dan menanjak menuju ladang pohon jati sampai akhirnya sampai di meet point di vila Bukit Tentrem.

Kelompok run suka suka pun ternyata sudah sampai di meet point, mereka menyusuri area Bukit Tentrem, keluar menuju wisata Wira Garden. Disini dibilang rute suka-suka, namun sebenarnya mereka juga mengambil jarak yang juga cukup jauh dan pastinya melelahkan. Jalan menurun, menanjak, menurun kembali, menanjak lagi juga menjadi bagian dari rute ini.

Bu Hj Ermina, salah satu member LHHH  menjadi salah satu chef yang masakannya sungguh enak, yummy telah menyedikan masakan yang terhidang diatas meja kayu. Ya, kali ini masakan mie kuah, yang hangat dengan emping menjadi penutup kegiatan hari ini. Sajian lezat disaat yang tepat (lapar, lelah) serta suasana pegunungan sungguh memberikan energi baru untuk tubuh.

Ternyata kegiatan masih berlanjut dengan acara rapat. Yang kali ini LHHH sebagai komunitas yang juga bagian dari masyarakat berencana mengadakan bakti sosial sunatan masal pada bulan Juli.  Masih dalam pembahasan untuk waktu, lokasi, target, dll. Semoga ini menjadi bagian yang terbaik untuk membagi kebaikan kepada masyarakat melalui bakti sosial.