Sunday, October 09, 2022

LHHH RUN 979, 9 OKTOBER 2022, PANTAI PURI GADING


 FRIENDSHIP RUN

Pagi ini cuaca cerah diseluruh wilayah kota Bandarlampung mesti awan tipis menyelimuti langit biru. Hasher yang hadir tidak banyak hanya sekitar 40 orang, dimana Sebagian hasher sedang mengikuti Pan Asia Hash di Pangandaran. Namun semangat hasher cukup besar untuk tetap berkegiatan olah raga luar ruang yang selalu dinanti setiap minggu nya.

Pantai Puri Gading merupakan destinasi wisata yang tidak terlalu jauh dari kota BandarLampung yang  bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 sekitar 20 menit dari kota. Setiap pagi tempat ini banyak dikunjungi penduduk setempat untuk olah raga atau anak-anak berenang. Lokasinya berada di area perumahan  Puri Gading.

Tepat jam 07.00 wib perjalanan sudah dimulai, menyusuri perumahan, menyeberang jalan besar, lanjut jalan setapak yang menanjak. Jalan setapak sedikit berbatu dan tentunya licin membuat kami harus berhati hati. Rute ini sudah sering kali jadi rute kami, namun arah yang sebaliknya, namun hari ini coba kami jadikan rute menjadi awal perjalanan. Tanjakan cukup curam, jalan setapak yang sempit dan dalam karena telah menjadi jalan air hujan, licin dan lengket memaksa kami harus berhati hati agar tidak terpeleset atau terjatuh. Dan tentunya harus mengatur nafas agar tidak menges dan kelelahan.

Rute yang menanjak namun pepohonan, tanaman yang rindang membantu melindungi kami dari panas matahari. Tanaman pisang, kakao, durian, duku, kopi, pala dan melinjo menjadi tanaman yang banyak ditemukan dalam rute ini.

Ada beberapa hasher didepan kami, namun sepertinya sudah agak jauh meninggalkan kami. Ya, kami berlima berada di belakang, dan menjadi tanggung jawab dari beberapa teman hasher yang biasanya bertugas hare sehari atau dua hari sebelumnya saat melakukan hash pada hari H menjadi sweeper untuk memastikan hasher yang berada di rute tidak tertinggal, aman dan selamat.

Sebenarnya rute ini memiliki jalan bercabang yang bisa dilalui, namun hasher disarankan dan sebaiknya mengikuti tanda-tanda yang telah dibuat (taburan kertas, tanda panah dan titik tiga) untuk memastikan rute yang dilalui telah disurvey dan hasher tidak akan nyasar. Karena beberapa jalan memang sudah lama tidak dilalui sehingga sudah tertutup tingginya rumput atau semak belukar.

Perjalanan ini sungguh menyenangkan, kami menikmati dengan candaan, guyonan, tertawa bareng, cerita konyol sehingga tanjakan maupun turunan basah dan licin tidak terasa dan tentunya foto-foto menjadi vitamin penambah energi.

Bertemu pekebun, menyapa mereka juga semangat mereka yang setiap hari harus naik gunung untuk berkebun juga menjadi penambah semangat kami. Berapa jauh mereka harus mendaki, berjalan dari kampung untuk memelihara maupun panen serta membawa hasilnya. Dan kami hanya sesekali melakoni perjalanan ini mesti salut sama keseharian mereka.

Perjalanan kami sampai di run site pantai Puri Gading kami tempuh 2 jam 23 menit, jarak 7,48 Km, Langkah 1377.
Dan kegiatan ini ditutup dengan santab siang bersama dengan menu nasi uduk telor.









Saturday, September 24, 2022

LHHH 976, 18 SEPTEMBER 2022, TAHURA WAN ABDUL RAHMAN, HANURA

 Musim durian kali ini menjadi daya tarik teman-teman hasher untuk bergerak datang dan berpartisipasi dalam Run 976. Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rahman menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi meet point.

Tidak jauh dari kota Bandar Lampung, Tahura Wan Aldul Rahman menjadi salah satu pilihan alternatif wisata yang bisa menjadi pilihan selain wisata pantai yang memang banyak disepanjang pesisir Bandar Lampung. Disini disediakan beberapan fasilitas yang tepat untuk wisata maupun kegiatan outbond, berkemah. Tanah lapang, pondok pondok, ruang pertemuan, fasilitas MCK, dan tentunya tempat yang rindang. Tahura juga menawarkan air terjun yang bisa menjadi spot foto yang indah, hanya perlu beberapa menit dengan jalan sedikit menanjak untuk mencapainya.

Sampai di meet point, ternyata di tempat parkir sudah banyak kendaraan roda 2 maupun 4 yang terparkir, rupanya waktu bersamaan ada kegiatan sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan luar ruang bagi mahasiswa baru.

Tegur sapa sesama hasher menjadi sarana pembuka perjumpaan setelah seminggu tidak bertemu. Salam sehat, cerita kecil juga saling berinteraksi sungguh menjadi wajah hasher setiap kali bertemu dan berkumpul. Dan kali ada 2 orang hasher yang baru bergabung, yang sebelumnya ikut di club hash Tarakan Kalimantan.

Foto bersama menjadi pembuka setiap kali perjalanan akan dimulai, dengan seribu ekpresi menjadi menarik gaya foto para hasher. Dan selanjutnya dipimpin oleh pak Hadi sebagai team Hare, perjalanan dimulai menelusuri area perkemahan, sungai kecil dan kebun kakao yang tentunya menanjak.

Cukup banyak hasher yang turut dalam rute ini, meski tanjakan didepan menghadang, namun udara bersih cukup membantu sirkulasi udara dalam tubuh apalagi nafas yang mulai tersengal. Jalan setapak yang kami lewati tidak terlalu licin namun mesti berhati hati karena sebelah kanan jurang yang cukup dalam.

Menyeberangi sungai kecil dengan airnya yang jernih, batu-batuan , berhenti sebentar menikmatinya dan foto bersama menjadi vitamin penambah energi setelah melalui tanjakan. Kegiatan sederhana yang menyenangkan bersama teman teman hasher.

Perjalanan kembali dilanjutkan menelusuri jalan setapak dengan dinaungi pohon pohon kakao. Namun tidak jauh kemudian kami sampai di air terjun. Air terjun tidak terlalu tinggi dan airnya juga tidak terlalu besar, namun cukup bagus menjadi spot foto. Namun mesti berhati-hati, karena mesti melewati bebatuan kecil maupun besar.

Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 25 meter ini airnya jernih dan debitnya tergantung musim, bila musim hujan dipastikan airnya akan melimpah dan akan lebih bagus. Namun kali ini teman-teman hasher tetap puas menikmati keindahan kecil dengan mengabadikannya dengan foto-foto.

Setelah puas menikmati air terjun, perjalanan kami lanjutkan, dan tanjakan terjal menghadang, kami mesti saling bantu, berpegangan pada akar-akar pohon. Super hati-hati melewati rute ini dan perlu pengawasan dari hasher lain untuk memastikan keamanan.

Rute terus menanjak melewati kebun kakao dan perlu diperhatikan disini, rute ini banyak dijumpai pacet karena memang areanya yang lembab. Setiap hali mesti memeriksa tangan, kaki, kalau kalau ada pacet yang berhasil mengjangkau dan menyedot darah para hasher.

Tanjakan terus kami hadapi, namun demikian beberapa hasher yang mesti istirahat lebih lama untuk mengatur nafas. Udara tidak terlalu terik karena pepohonan rindang melindungi kami. Di rute ini banyak kami jumpai pohon atau tanaman pinang, pisang, kemiri, duku, jengkol, dll yang menjadi andalan penduduk setempat sebagai hasil bumi. Dan tentunya pohon durian, memang panen kali ini tidak bersamaan, tidak semua pohon berbuah, namun Sebagian sudah berbuah.

Perjalanan menjadi agak menghibur ketika sudah sampai jalan yang mendatar dan cenderung menurun. Disini kami bertemu dengan penduduk setempat yang sedang kerja bakti memperbaiki jalan yang keseharian menjadi akses mereka ke kebun maupun ke pasar untuk membawa hasil bumi untuk dijual.

Kembali kami masuk kedalam hutan yang rutenya menurun, dan salah satu hasher kakinya kram. Dengan bantuan hasher yang lain akhirnya perjalanan bisa dilanjutkan. Namun jalan dengan rute menurun juga harus ekstra hati hati, disamping licin juga tumpuan kaki berpindah kedepan sehingga area depan mulai terasa sakit. Disini diperlukan pemilihan sepatu yang pas dan baik sesuai dengan karakter kaki.

Sampai di meet point kami disambut lontong sayur andalan bu Mina yang maknyuus, ditambah telor dan kerupuk. Dan tentunya seperti semula iming-imin musim durian, puluhan biji durian habis diserbu hasher yang memang penyuka durian.

Sebagian hasher sudah pulang sampai kemudian datang pedagang durian membawa Kembali puluhan durian. Dan seperti semula, semua habis diserbu para hasher, juga bergabung komunitas sepeda gunung ikut menikmati nikmati durian yang semuanya enak, pulen.













 

Sunday, August 21, 2022

LHHH SPECIAL RUN, AUGUST 17, 2022, VILLA PAK HADI, SUKAHARUM

 SPECIAL RUN

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 77

Merayakan hari kemerdekaan bagi setiap orang atau komunitas bisa bermacam-macam caranya, kami komunitas Lampung Hash House Harriers memiliki cara tersendiri. Diawali dengan short run yang hanya menempuh jarak sekitar 3 km, dan dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera merah putih.

Pagi langit tidak terlalu cerah, langit berawan tipis dengan warna biru dibeberapa bagian, hasher yang hadir cukup banyak namun tidak semua hadir karena memiliki acara sendiri, upacara atau kegiatan lain yang berhubungan dengan peringatan hari kemerdekaan.

Dimulai dengan foto bersama, dilanjutkan dengan jalan bersama menuju rute yang telah ditetapkan. Sebagian memilih rute suka-suka, namun Sebagian besar memilih rute short yang dipandu oleh hasher senior pak Hadi yang memang hapal dengan rute ini.

Rute licin dan menanjak namun tidak terlalu terjal, dan tentunya udara segar perbukitan membawa kita pada suasana yang menyenangkan. Tidak terasa tanjakan yang meski tidak terjal namun panjang. Melewati kebun pisang, kakao, kopi, karet yang rindang serta guyonan para hasher sungguh membuat suasana yang menyenangkan. Guyonan, candaan, cerita lucu memang menjadi vitamin penambah energi dan tentunya foto foto juga memberikan energi positif.

Beberapa bagian rute memang basah, becek, licin hasher mesti berhati hati agar tidak terpeleset atau terjatuh. Namun kepedulian untuk saling menjaga, membantu maka semua bisa berjalan dengan baik, dan sampai pada rute jalan berbatu yang merupakan jalan menuju ke observatorium (teropong bintang) yang sedianya dibangun namun entah alasan apa sehingga tidak atau belum dilanjutkan.

Memang rute yang kami lewati short run atau sekitar 3 km sehingga dalam waktu 1- 1 ½ jam kami sudah sampai di meet point di villa pak Hadi, diisini disambut dengan kelapa muda yang sungguh menyegarkan.

Dan kegiatan utama Upacara bendera dalam rangka HUT RI 77 kami laksanakan setelah sejenak istirahat. Upacara sebagai penghormatan kepada perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan negara tercinta dari penjajahan negara lain.

Upacara sederhana namun hikmad dipimpin oleh pak Hartono sebagai Inspektur upacara sungguh sungguh membawa kami kedalam rasa syukur tinggal dan menjadi bagian warga negara Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, budaya, adat istiadat. Setiap tahapan upacara (Pengibaran bendera, Pancasila, Proklamasi, doa) kami ikuti dengan hikmad dan tenang.

Akhir dari upacara bendera kami nyanyikan beberapa lagu perjuangan yang tidak kalah heroic. Lagu-lagu perjuangan yang hampir semua hapal dan menyanyikannya dengan penuh semangat. Pakaian merah yang kami gunakan juga menambah kekuatan, energi dalam kegiatan upacara ini.

Kegiatan selanjutnya dan menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap kali peringatan kemerdekaan adalah perlombaan. Banyak macam, ragam, kreatif dari setiap daerah, kelompok lomba lomba yang akan diadakan, dari yang sederhana, lucu, maupun yang menguras tenaga, yang tujuan utamnya adalah hiburan, kegembiraan, kebersamaan. LHHH kali ini mengadakan beberapa lomba, diantarnya joget balon yang sungguh mengurah energy penonton yang tertawa sampai mengeluarkan air mata dan perut yang dikocok karena memang lucu.

Lomba memindahkan terong, tak kalah seru, terlihat mudah, namun ketika melakukan sendiri bila tidak dilakukan dengan kompak maka akan jatuh, gagal dan harus diulang. Lomba memakaikan celana denga mata tertutup juga menarik dan lucu.  Lomba membuat rujak manis (lotis) hampir semua peserta perempuan, hanya 1 orang laki-laki. Tapi tampaknya dengan penuh keyakinan akan bisa mengalahkan team lain. Kekompakan dibutuhkan, waktu 7 menit yang diberikan memaksa peserta harus bekerja cepat, nguleg bumbu, mengupas buah, plating dan tentunya membersihkan meja. Juri kali ini bu Hj Mina, yang merupakan chef LHHH memberikan nilai tertinggi kepada team bapak sebagai pemenang.

Sebagai penutup kegiatan kali ini adalah lomba kesimbangan meniti kayu (pohon) pinang diatas air kolam. Ternyata tidak semudah yang dilihat di tv, youtube, ketika dilakukan ternyata benar-benar membutuhkan keseimbangan penuh. Factor kayu basah, goyang menjadi tantangan yang harus ditaklukan disamping tubuh peserta lomba yang harus dijaga juga keseimbangannya. Hanya 2 orang yang bisa mencapai ujung dan hanya 1 orang yang bisa sampai ke ujung pohon dan Kembali lagi.

Keseruan hari ini juga dibarengi dengan hidangan yang telah disediakan, bakso + tahu, nasi bakar, es cream, empek-empek yang memanjakan perut kami. Dan sebagai penutup kami juga diberi oleh-oleh buah kedondong yang besar-besar dan beberapa buah alpukat oleh pak Hadi.

Dirgahayu Republik Indonesia 77

Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat